Dorong Produktivitas Pertanian, Prajurit TNI Olah Lahan Petani
- 11 Agt 2026 23:21 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Penyiapan lahan pertanian jagung di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, terus dimaksimalkan guna mendukung program ketahanan pangan daerah. Langkah teknis ini diakselerasi melalui pendampingan langsung personel Koramil 04/Sultan Daulat Kodim 0118/Subulussalam kepada para petani setempat, Senin 11 Agustus 2026.
Fokus utama pengolahan lahan mencakup pembersihan rumput liar serta tanaman pengganggu yang berpotensi merebut nutrisi tanah. Penanganan vegetasi liar sebelum penanaman benih menjadi faktor penentu agar tingkat kesuburan tanah terjaga dan meminimalisasi risiko serangan hama pada fase awal pertumbuhan.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 04/Sultan Daulat, Serda Sulis Setiawan, membaur langsung bersama warga mengolah fisik tanah. Kehadiran aparat teritorial ini bertujuan mempercepat proses pra-tanam sekaligus memberikan dukungan teknis agar tata kelola lahan sesuai dengan standar budidaya jagung.
“Penyiapan lahan ini bukan hanya untuk memastikan lahan siap ditanami, tetapi juga membersihkan rumput dan tanaman liar yang dapat menjadi pengganggu pertumbuhan jagung. Dengan lahan yang lebih bersih dan siap, diharapkan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Serda Sulis Setiawan.
Pendampingan intensif ini dirancang untuk menjaga konsistensi produktivitas sektor pertanian lokal di Kota Subulussalam. Pengolahan tanah yang matang diproyeksikan mampu meningkatkan persentase keberhasilan tumbuh benih serta memunculkan potensi panen secara maksimal.
Ia menambahkan bahwa peran aktif Babinsa di lapangan menjadi wujud komitmen dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan. “Dengan adanya pendampingan secara langsung, kami berharap para petani semakin terbantu dan sektor pertanian di wilayah ini terus berkembang, sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkanya.
Melalui optimalisasi tahap pra-tanam ini, komoditas jagung dari Desa Namo Buaya diharapkan mampu menyuplai kebutuhan pasar lokal secara berkelanjutan. Langkah terintegrasi antara aparat pendamping dan petani ini sekaligus menjadi modal penting dalam menopang stabilitas pangan serta kesejahteraan warga desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....