Bupati Singkil Ajak Warga Lestarikan Sagu untuk Ketahanan Pangan

  • 23 Jul 2026 14:16 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Bupati Kabupaten Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan tanaman Sagu.

"Kami berharap masyarakat agar melestarikan tanaman Sagu," sebut Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, Rabu, 22 Juli 2026.

Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon, meminta masyarakat untuk terus melestarikan tanaman Sagu melalui kegiatan Festival Sagu Singkel yang di gelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh di Kuta Simboling, Singkil, Aceh Singkil, Rabu, 22 Juli 2026, (Foto : RRI/Salihin Barus)

Sebab menurut Oyon, selain pokok Sagu ini dapat diolah untuk berbagai bahan kuliner yang dapat mendongkrak ekonomi warga. Juga batang Sagu ini, dapat dijadikan sebagai bahan makanan pokok seperti tempo dulu dan memperkuat ketahanan pangan seperti yang digaung - gaung Pemerintah pusat.

"Tanaman sagu ini harus kita kembangkan sebab bisa diolah menjadi berbagai kuliner dan bahan makanan pokok masyarakat pengganti nasi," tambah Oyon, seusai melakukan penanaman pokok sagu di Desa Kuta Simboling, Singkil, Aceh Singkil, dalam kegiatan festival Sagu Singkel yang di pelopori oleh sejumlah penggiat budaya Aceh Singkil bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan RI dan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil.

Kemudian tambah Safriadi Oyon kegiatan Festival Sagu Singkel 2026, bukan hanya sebagai upaya bersama untuk melestarikan warisan budaya. Akan tetapi, juga sekaligus untuk memperkuat sagu sebagai identitas daerah dan sumber penguatan ekonomi masyarakar serta ketahanan pangan.

"Festival Sagu Singkel bukan hanya agenda seremonial budaya atau kuliner, namun ikhtiar bersama untuk menjaga dan merawat denyut sejarah identitas daerah, serta upaya memperkenalkan kekayaan lokal Aceh Singkil kepada dunia,"beber Oyon.

Didampingi pegiat Budaya Aceh Singkil, Wanhar Lingga, Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon melihat dan mempraktikkan cara pembuatan Sagu di usaha penggilingan Sagu "Saba Sagu" Milik salah seorang warga di Desa Kuta Simboling, Singkil, Aceh Singkil, (Foto : RRI/Salihin Barus)

Disamping itu, pelestarian Sagu Singkel melalui inovasi yang diolah menjadi berbagai kuliner juga tidak hanya menjadi warisan masa lalu. Akan tetapi, Sagu ini bisa dijadikan sebagai komoditas masa depan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya Oyon juga menegaskan, bahwa wilayah Kabupaten Aceh Singkil memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat dijadikan sebagai modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor pangan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisi dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bupati bersama pegiat budaya, secara langsung melihat Sagu Singkel yang berhasil diolah dan siap untuk bahan berbagai kuliner tradisional Aceh Singkil, mulai dari lompong Sagu, godekh Sagu, gedah Sagu, dan Cello Sagu, (Foto : RRI/Salihin Barus)

Sementara itu sebelumnya salah seorang penggiat budaya Aceh Singkil, dan sekaligus sebagai Ketua pelaksana kegiatan Festival Sagu Singkilel. Wanhar Lingga mengatakan memilih Sagu yang ditetapkan dalam Festival tahun 2026 ini, selain dinilai Aceh Singkil yang dikenal memiliki kekayaan batang atau pohon Sagu tempo dulu yang dapat diolah menjadi berbagai kuliner tradisional yang berbahan dari sagu.

Juga melalui kegiatan Festival tersebut, diharapkan dapat mengunggah masyarakat dan Pemerintah agar terus melestarikan dan mengembangkan pohon atau batang Sagu untuk penopang ketahanan pangan di masa mendatang.

"Dari Singkil untuk dunia, sagu warisan leluhur dan bahan ketahanan pangan untuk masa depan," ungkap Wanhar Lingga mewakili Kementerian Kebudayaan RI, dalam kegiatan Festival Sagu Singkel yang di dukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Rabu, 22 Juli 2026.

Pegiat budaya Aceh Singkil, Wanhar Lingga menyampaikan alasan secara historis kenapa dirinya bersama tim memilih Sagu dalam Festival Kebudayaan tahun ini di Aceh Singkil, (Foto :RRI/Salihin Barus)

Kemudian Wanhar juga berharap sejumlah kuliner Aceh Singkil yang berbahan dari Sagu ini, seperti kue lompong Sagu, Godekh Sagu, Gedah Sagu dan Cello Sagu, dapat ditetapkan menjadi kuliner Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Aceh Singkil oleh Kementerian Kebudayaan RI.

Melalui usulan yang dikemas dalam berbentuk administratif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Serta upaya untuk menjaga kuliner - kuliner yang berbahan dari Sagu Singkel itu, tetap terawat dan berkembang. Ia juga berharap kepada Dinas terkait di bidang pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat memberikan dukungan baik moril maupun materil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....