Pemanfaatan Lahan Produktif di Sultan Daulat Dorong Kemandirian Pangan

  • 21 Jul 2026 21:17 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulusalam - Petani sayur di Desa Cipar Pari, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, terus menggenjot produktivitas tanaman kangkung guna mengamankan pasokan kebutuhan pasar lokal. Langkah ini diperkuat melalui keterlibatan Babinsa Koramil 04/Sultan Daulat Kodim 0118/Subulussalam yang turun langsung ke lapangan, Selasa 21 Juli 2026.

Upaya peningkatan hasil panen tersebut dilakukan di atas lahan pertanian milik Slamet, salah seorang warga setempat yang konsisten membudidayakan kangkung. Budidaya komoditas harian ini dinilai memiliki potensi ekonomi cepat serap bagi pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar.

Pendampingan di tingkat tapak tersebut menyasar berbagai kendala teknis yang kerap dihadapi petani, mulai dari proses awal penanaman hingga pemeliharaan rutin. Kehadiran personel militer di area perkebunan bertujuan memastikan siklus tanam berjalan tanpa hambatan berarti.

Babinsa Koramil 04/Sultan Daulat, Serda Caryono, menyatakan bahwa pemantauan lapangan dilakukan agar efisiensi budidaya tetap terjaga sehingga volume produksi yang dihasilkan mampu menutup permintaan pasar harian.

"Kami terus mendampingi para petani agar hasil panen dapat lebih optimal dan mampu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat. Pendampingan ini juga merupakan bentuk dukungan TNI terhadap penguatan ketahanan pangan nasional," ujar Caryono saat ditemui di lokasi pertanian.

Fokus pendampingan difokuskan pada pengayaan materi teknis bagi para petani, yang mencakup manajemen perawatan berkala, metode pengendalian hama tanaman, serta formulasi pemupukan secara tepat guna. Langkah edukatif ini diharapkan dapat memangkas risiko kegagalan panen akibat serangan hama.

Di sisi lain, pengelola lahan, Slamet, mengakui bahwa pola pendampingan berkala memberikan dorongan teknis yang berdampak langsung pada pengelolaan lahan budidayanya.

"Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami semakin yakin dalam mengelola tanaman. Arahan yang diberikan sangat membantu sehingga kami berharap hasil panen tahun ini lebih baik," kata Slamet.

Selain optimalisasi tata kelola tanaman, edukasi di lapangan juga diarahkan pada pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong yang belum tergarap secara maksimal agar diubah menjadi area produktif bernilai ekonomi tinggi.

Petani juga diarahkan untuk menerapkan pola pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk dan pestisida secara proporsional. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang agar kualitas lahan tidak terdegradasi.

"Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus mampu memaksimalkan potensi lahan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," pungkas Caryono.

Melalui efisiensi pengelolaan lahan dan penguatan teknik budidaya ini, komoditas kangkung di Desa Cipar Pari diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama kemandirian pangan sekaligus pendorong stabilitas ekonomi warga desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....