Siswa Sekolah Rakyat Singkil Akan Menjalani MPLS

  • 20 Jul 2026 19:47 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Singkil - Tak hanya sekolah umum, calon siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 27 Aceh Singkil tahun ajaran baru 2026/2027 di jadwalkan akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Ananda Syahputra, Senin, 20 Juli 2026.

"Untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa Sekolah Rakyat sesuai jadwal akan di laksanakan pada akhir Juli 2026 ini," ungkap Nanda Syahputra.

Nanda menjelaskan, untuk jumlah siswa Sekolah Rakyat Aceh Singkil tahun ajaran 2026/2027. Sebelumnya berdasarkan hasil penjangkauan langsung dari lapangan, kemudian dilakukan verifikasi dan ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat (SR) tersebut terdapat sebanyak 60 orang. Meliputi 30 orang siswa untuk jenjang sekolah Dasar (SD), dan 30 orang lainnya siswa untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Ditempat terpisah hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat rintisan Aceh Singkil, Ridwan Tinambunan. Ia mengungkapkan para calon siswa-siswi sekolah Rakyat ini akan tetap menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terlebih dahulu, sebelum mengikuti ekstra kuliner pembelajaran di sekolah Rakyat tersebut.

"Seluruh calon siswa ini, nantinya mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," sebut Ridwan.

Kemudian ketika disinggung soal lokasi para siswa mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 ini, Ridwan mengatakan sesuai dengan penempatan para siswa ini, mereka akan mengikuti di Sekolah Rakyat permanen Kota Subulussalam, Aceh.

Seperti diketahui, Sekolah Rakyat ini merupakan lembaga pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA yang berada dibawah naungan Kementerian Sosial RI.

Sementara untuk calon peserta didik yang akan dipilih menjadi siswa dalam Sekolah Rakyat tersebut, ditujukan untuk murid - murid dari keluarga yang masuk kategori desik 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....