Pantau Warung Desa, Prajurit TNI Pastikan Harga Sembako Longkib Stabil

  • 07 Jul 2026 21:17 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Komoditas bahan pangan pokok di tingkat pedagang eceran kawasan pedalaman Kota Subulussalam dilaporkan masih berada dalam batas wajar. Kepastian tersebut diperoleh setelah adanya pemantauan langsung terhadap pergerakan harga dan pasokan barang di sektor ekonomi mikro, Selasa 7 Juli 2026.

Langkah pengawasan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga mendadak yang kerap membebani daya beli masyarakat sasar. Fokus pemantauan diarahkan pada sejumlah warung kelontong di Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib, yang menjadi tumpuan utama warga dalam memenuhi kebutuhan harian.

Dalam interaksi langsung di lapangan, petugas memeriksa ketersediaan sejumlah komoditas strategis mulai dari beras, minyak goreng, hingga telur ayam. Dari hasil pendataan, rantai pasok dari distributor menuju tingkat pengecer di kawasan tersebut sejauh ini dinilai belum mengalami kendala berarti.

Babinsa Koramil 0118-03/Longkib, Sertu Anton Rahmadi, mengonfirmasi bahwa iklim perdagangan di tingkat desa masih berjalan kondusif. Evaluasi berkala di pusat perbelanjaan mini ini penting untuk mendeteksi dini jika terjadi kelangkaan barang.

"Kami melakukan pemantauan ini secara berkala untuk mengetahui kondisi riil di pasar dan warung desa. Hasil pemantauan hari ini menunjukkan ketersediaan sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur masih dalam kondisi aman dan harganya pun masih normal," ujar Sertu Anton Rahmadi.

Selain melakukan pencatatan harga, petugas di lapangan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog dengan para pemilik usaha. Pedagang diimbau untuk tetap menjaga etika perniagaan dengan tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan sepihak.

Praktik spekulasi seperti penimbunan barang pokok menjadi poin krusial yang diantisipasi agar tidak memicu kepanikan belanja di tingkat konsumen. Melalui konsistensi pengawasan ini, stabilitas harga diharapkan dapat terus terjaga demi menyokong ketahanan pangan di wilayah pinggiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....