Pangan Murah Serentak di Simpang Kiri Subulussalam Diserbu Ratusan Warga

  • 25 Jun 2026 18:37 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Ratusan warga Kota Subulussalam langsung menyerbu posko Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Operasi pasar taktis yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Munawarah, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, dipadati oleh masyarakat yang ingin mendapatkan komoditas pokok dengan harga bersubsidi, Kamis 25 Juni 2026.

Tingginya fluktuasi pasokan barang di pasar tradisional memicu antrean panjang sejak pagi hari, di mana ratusan konsumen didominasi oleh ibu rumah tangga. Langkah intervensi ini sengaja diwujudkan otoritas setempat untuk memotong rantai spekulasi harga sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan riil masyarakat di wilayah padat penduduk.

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan dari ratusan warga yang hadir, panitia menyalurkan logistik dalam tonase besar, meliputi 600 sak beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram, 1.000 papan telur ayam, 1.800 liter minyak goreng Minyakita, serta 400 kilogram gula pasir. Kepala Dinas Pangan Kota Subulussalam, Badalsyah, menjelaskan harga komoditas dipatok jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pasar, seperti beras SPHP seharga Rp60.000 per sak, telur Rp45.000 per papan, serta gula dan Minyakita seharga Rp15.000.

“Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying. Pemerintah daerah akan tetap sigap merespons setiap ada indikasi lonjakan harga di pasar resmi. Koordinasi lintas sektor dengan jajaran TPID dan pihak BULOG Subulussalam terus diperkuat demi memastikan kepastian stok di gudang hilir tetap aman,” ujar Badalsyah di tengah kerumunan warga.

Tingginya antusiasme ratusan warga di lapangan memperlihatkan bahwa program subsidi ini menjadi katup penyelamat bagi daya beli domestik. Para pembeli menilai selisih harga yang ditawarkan dalam operasi pangan murah ini sangat signifikan untuk memangkas pengeluaran dapur bulanan mereka.

Salah seorang warga Desa Subulussalam Barat, Ijah, mengaku sangat terbantu dengan adanya intervensi harga dari pemerintah ini di tengah ketidakpastian harga barang. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak hanya sekali saja, tetapi bisa rutin berjalan satu bulan sekali,” ungkap Ijah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....