Pasokan Pangan Murah Sasar Warga Simpang Kiri Subulussalam
- 25 Jun 2026 10:52 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Pemerintah Kota Subulussalam bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga barang pokok di tingkat konsumen. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Munawarah, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri.
Pasar subsidi yang digelar, Kamis 25 Juni 2026 ini sengaja menyasar wilayah padat penduduk untuk memotong rantai spekulasi harga akibat fluktuasi pasokan. Otoritas daerah mengonfirmasi bahwa komoditas yang disediakan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil rumah tangga pasca pergeseran musim dan momentum hari besar.
Dalam operasi pasar tersebut, volume logistik yang disalurkan mencapai tonase yang cukup besar untuk menjamin pemerataan. Sedikitnya terdapat 600 sak beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram, 1.000 papan telur ayam, 1.800 liter minyak goreng kemasan Minyakita, serta 400 kilogram gula pasir.
Kepala Dinas Pangan Kota Subulussalam, Badalsyah, menjelaskan bahwa penetapan harga jual dalam GPM ini berada jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET) pasar tradisional saat ini. Komoditas beras SPHP dipatok Rp60.000 per sak, telur ayam Rp45.000 per papan, sementara gula pasir dan Minyakita masing-masing dijual seharga Rp15.000 per kilogram dan per liter.
“Masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying. Pemerintah daerah akan tetap sigap merespons setiap ada indikasi lonjakan harga di pasar resmi. Program Gerakan Pangan Murah ini akan terus kami gulirkan secara berkala ke kecamatan-kecamatan lainnya,” ujar Badalsyah saat memantau jalannya distribusi logistik di lapangan.
Badalsyah menambahkan, koordinasi lintas sektor dengan jajaran TPID dan pihak BULOG Subulussalam terus diperkuat demi memastikan kepastian stok di gudang hilir tetap aman. Strategi ini diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah secara simultan sepanjang triwulan berjalan.
Menariknya, pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Simpang Kiri ini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, melainkan juga diintegrasikan dengan pemenuhan layanan dasar publik. Pihak Puskesmas Kecamatan Simpang Kiri memanfaatkan momentum pengumpulan massa tersebut untuk membuka posko deteksi dini penyakit.
Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Simpang Kiri, Nur Afni, S.Kep, mengonfirmasi bahwa jajarannya menerjunkan tim medis untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga yang sedang mengantre bahan pokok. "Layanan kesehatan ini diinisiasi langsung untuk mendekatkan akses cek tekanan darah dan konsultasi medis dasar secara cuma-cuma bagi masyarakat," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....