Kodim 0118 Subulussalam Kebut Pengecoran Pondasi Jembatan Garuda

  • 23 Jun 2026 16:52 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Proyek strategis pemenuhan infrastruktur perdesaan di Kota Subulussalam terus menunjukkan progres signifikan. Memasuki fase krusial, pengerjaan fisik Jembatan Garuda yang terletak di Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, kini berfokus pada akselerasi pengecoran pondasi tapak jembatan, Selasa 23 Juni 2026.

Langkah taktis mengebut struktur bawah ini diproyeksikan untuk mengantisipasi keterlambatan target operasional jembatan. Keberadaan infrastruktur penyeberangan ini dinilai mendesak sebagai solusi jangka panjang untuk memperlancar arus barang, jasa, serta mobilitas warga antardesa yang selama ini terhambat kendala aksesibilitas.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengandalkan kolaborasi taktis antara kekuatan teritorial militer dan swadaya vertikal masyarakat. Personel dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0118/Subulussalam diterjunkan langsung ke area konstruksi guna memimpin teknis pencampuran material beton agar sesuai dengan standar ketahanan beban kendaraan logistik.

Manajemen pengawasan di lapangan dikawal ketat oleh jajaran Koramil setempat guna memastikan pemenuhan target lini masa pengerjaan. Danramil 01/Simpang Kiri, Kapten Inf Kamaruddin, terpantau memimpin langsung koordinasi teknis di area tapak jembatan serta memberikan arahan operasional kepada para pekerja.

Kapten Inf Kamaruddin memberikan apresiasi tinggi terhadap soliditas yang ditunjukkan oleh personel militer dan warga setempat yang tetap produktif bekerja di bawah paparan cuaca terik. Menurutnya, pemangkasan waktu pengerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas mutu beton pondasi.

“Semangat kebersamaan ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Kapten Inf Kamaruddin di lokasi pengerjaan fisik.

Di lini pengerjaan teknis, beberapa bintara tinggi seperti Sertu Tri Edi juga tampak aktif melakukan penuangan material cor bersama kelompok pemuda desa. Keterlibatan aktif ini difungsikan sebagai stimulan pembinaan teritorial sekaligus bentuk jaminan bahwa konstruksi jembatan dikerjakan secara transparan dan bertanggung jawab.

“Bagi kami, ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi wujud pengabdian dan tanggung jawab untuk membantu masyarakat agar akses jembatan ini segera bisa digunakan,” ungkap Sertu Tri Edi menegaskan esensi keterlibatan timnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....