Mesin Perontok dan Kolaborasi TNI Percepat Distribusi Jagung di Subulussalam
- 12 Jun 2026 10:51 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Proses pascapanen jagung di Desa Suak Jampak, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, kini menjadi lebih efisien. Pemanfaatan mesin perontok mekanis yang dikombinasikan dengan bantuan tenaga dari babinsa setempat berhasil memangkas durasi pengolahan hasil bumi sebelum masuk ke pasar.
Pada Kamis 11 Juni 2026, pinggiran jalan desa tersebut berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi. Suara mesin perontok jagung menderu, memisahkan biji jagung dari tongkolnya dengan cepat, menggantikan metode manual yang biasanya memakan waktu berhari-hari.
Di lokasi tersebut, Sertu Adi Gusman, Babinsa Koramil 0118-02/Rundeng, terlibat langsung dalam rantai kerja petani. Ia bersama warga berbagi peran mulai dari mengangkat karung, mengoperasikan mesin penampung, hingga mengemas bulir-bulir jagung milik Hendra Ginting, salah satu petani setempat.
Keterlibatan personel TNI di sektor domestik ini dinilai warga mampu menjaga ritme kerja tetap stabil. Kehadiran fisik babinsa di area pengolahan hasil bumi memberikan stimulan positif bagi produktivitas harian para pekerja ladang.
Sertu Adi Gusman menjelaskan bahwa intervensi pembinaan di sektor pertanian tidak lagi sekadar memantau keamanan, melainkan wajib menyentuh aspek teknis pascapanen. Menurutnya, percepatan di titik ini sangat menentukan kualitas jagung saat tiba di tangan pengepul.
“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya saat ada kegiatan sosial maupun keamanan, tetapi juga ketika petani membutuhkan bantuan saat panen dan pascapanen seperti ini. Semoga apa yang kami lakukan dapat meringankan pekerjaan serta memberikan motivasi kepada para petani,” ujar Adi di sela-sela aktivitasnya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi mekanis seperti mesin perontok ini menjadi kunci modernisasi pertanian skala desa. Efisiensi waktu dan tenaga otomatis menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh petani mandiri.
Langkah taktis ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga stabilitas suplai pangan dari tingkat desa. Jika proses hulu hingga hilir berjalan mulus, posisi tawar harga jagung milik petani di pasaran diharapkan dapat terkerek naik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....