Tekan Biaya Dapur, Warga Rundeng Didorong Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif

  • 25 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam – Pemanfaatan lahan tidur di area pemukiman terus digenjot sebagai solusi alternatif untuk mendongkrak ketahanan pangan skala rumah tangga. Babinsa Koramil 02/Rundeng Kodim 0118/Subulussalam, Serda Juanisyah, gencar turun ke lapangan guna mengedukasi warga agar mengoptimalkan pekarangan kosong mereka menjadi sumber ekonomi baru, Senin 25 Mei 2026.

Aksi nyata edukasi ini terlihat saat petugas mendatangi dan membantu pembersihan lahan milik salah seorang warga bernama Satinah di Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. Area yang semula terbengkalai kini mulai ditata ulang agar siap ditanami komoditas pangan harian.

Dalam kerja bakti mandiri tersebut, pembersihan difokuskan pada pembabatan rumput liar, pemangkasan semak belukar yang rimbun, serta pengangkutan ranting-ranting kering. Langkah pembersihan ini penting dilakukan untuk memutus siklus hama tanaman sebelum proses penyemaian benih dimulai.

Otoritas militer tingkat kecamatan menilai bahwa sebagian besar halaman rumah warga di pedesaan sebenarnya memiliki tanah yang subur. Sayangnya, potensi tersebut sering kali diabaikan karena kurangnya inisiatif warga dalam memilih jenis tanaman produktif yang bernilai ekonomis.

Melalui pendampingan langsung seperti ini, warga diharapkan terpicu untuk menanam sayur-sayuran, cabai, atau tanaman obat keluarga. Hasil panen dari pekarangan ini nantinya bisa langsung dikonsumsi untuk memangkas pengeluaran dapur, atau dijual ke pasar lokal jika produksinya berlebih.

“Pekarangan dan kebun yang dirawat dengan baik bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman produktif yang dapat membantu perekonomian keluarga. Selain lingkungan menjadi bersih, hasilnya juga bisa menambah penghasilan warga,” ujar Serda Juanisyah.

Pemanfaatan lahan pekarangan ini juga dinilai sebagai langkah taktis yang murah dan mudah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat desa. Dengan mengandalkan pupuk organik rumahan, warga tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memulai budi daya tanaman pangan mandiri.

Pemilik lahan, Satinah, mengaku sangat terbantu dengan adanya asistensi fisik dan edukasi dari petugas koramil tersebut. Kehadiran personel TNI di kebunnya diakui memberikan pemahaman baru mengenai metode penataan lahan yang efektif agar tidak lagi menjadi sarang semak belukar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....