Bulog Jamin Pasokan Beras di Subulussalam Aman hingga Akhir Tahun 2026
- 19 Mei 2026 19:25 WIB
- Aceh Singkil
RRI.CO.ID, Subulussalam - Pasokan pangan strategis di Kota Subulussalam dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama unsur Forkopimda melakukan pemantauan langsung ke Gudang Bulog, Pasar Harian Simpang Kiri, serta sejumlah pangkalan gas elpiji.
Meskipun stok beras dan minyak goreng di gudang Bulog dalam kondisi aman, pemantauan di pasar tradisional menunjukkan adanya fluktuasi harga pada komoditas sayur-mayur. Harga tomat dan cabai tercatat mulai merangkak naik akibat terhambatnya jalur distribusi serta tingginya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Selain komoditas sayur, fokus pemantauan juga mengarah pada pasokan gas LPG 3 kilogram subsidi. Saat ini, ketersediaan gas melon di Subulussalam berada di angka aman dengan pasokan mencapai 1.120 tabung per hari, di mana harga di tingkat agen bertahan pada kisaran Rp18.000 dan harga resmi pangkalan sebesar Rp21.000 per tabung.
Pemerintah daerah pun mengeluarkan peringatan keras bagi para penyalur yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar di tengah lonjakan konsumsi menjelang hari raya keagamaan ini. Pangkalan yang kedapatan menaikkan harga di atas ketentuan eceran tertinggi akan langsung ditindak tegas.
“Tim TPID memberikan ultimatum kepada pangkalan LPG yang menjual gas subsidi di atas harga resmi Rp21.000 per tabung. Pemerintah menegaskan bahwa pangkalan yang terbukti melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi berupa pencabutan izin usaha dan penghentian distribusi LPG subsidi,” ujar Kasi Datun, Mhd Subhi Solih Hasibuan, Senin 18 Mei 2026.
Di sisi lain, pengawasan di pasar harian tidak hanya menyasar pada stabilitas harga, tetapi juga kelayakan bahan makanan yang beredar. Tim gabungan memeriksa kualitas beras, daging sapi, daging ayam ras, hingga higienitas lingkungan pasar guna memastikan bahan pokok yang dikonsumsi warga memenuhi standar kesehatan.
Langkah preventif ini diambil untuk menjamin hak konsumen mendapatkan pangan yang layak dengan harga yang rasional, sekaligus menekan laju inflasi daerah yang kerap dipicu oleh kepanikan pasar menjelang Iduladha.
“Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan yang aman, layak konsumsi, dan tersedia dalam jumlah yang mencukupi,” sebut Asisten III Setdako Subulussalam, Rudi Hartono.
Melalui hasil pemetaan ketersediaan barang pangan ini, TPID Kota Subulussalam berkomitmen untuk terus mengawal rantai pasokan dari hulu ke hilir. Langkah ini diharapkan dapat menjaga psikologi pasar tetap tenang hingga perayaan hari besar keagamaan usai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....