Tahu Lae Gambir Subulussalam Didorong Jadi Produk Unggulan Lokal

  • 18 Apr 2026 21:53 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam - Potensi ekonomi kreatif di tingkat desa terus dipacu agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Di Dusun Lae Gambir, Desa Lae Bersih, Kecamatan Penanggalan, pelaku usaha mikro pembuatan tahu kini mendapatkan pendampingan khusus guna meningkatkan standar kualitas dan kapasitas produksi agar siap bersaing dengan produk luar daerah, Sabtu 18 April 2026.

Langkah penguatan ini dilakukan melalui peninjauan langsung ke lokasi produksi untuk melihat efisiensi pengolahan bahan baku kedelai. Fokus utama dari pendampingan ini adalah mengubah pola pikir pengrajin tradisional agar lebih terbuka terhadap inovasi, baik dari segi pengemasan maupun variasi produk, demi memenuhi selera konsumen yang semakin dinamis.

Dukungan di lapangan diberikan oleh personel TNI dari Posramil Penanggalan yang turun langsung memantau setiap tahapan pembuatan tahu. Kehadiran aparat kewilayahan ini bertujuan memberikan motivasi bagi pengusaha kecil agar tetap konsisten menjaga keberlangsungan usaha di tengah fluktuasi harga bahan baku di pasaran.

Serda Badari, yang mendampingi langsung proses produksi pada Sabtu (18/4/2026), menekankan bahwa daya saing sebuah produk sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam beradaptasi. Ia melihat bahwa tahu asal Lae Gambir memiliki potensi besar jika dikelola dengan manajemen produksi yang lebih modern dan profesional.

“Pelaku UMKM harus terus beradaptasi dan berinovasi agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan memiliki daya saing,” ujar Serda Badari.

Selain inovasi produk, aspek kebersihan lingkungan kerja dan kualitas sanitasi juga menjadi poin krusial yang ditekankan dalam pendampingan tersebut. Konsistensi dalam menjaga kualitas hasil produksi diyakini akan memperkuat kepercayaan pelanggan dan memperluas jaringan distribusi hingga ke luar Kota Subulussalam.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan UMKM di Dusun Lae Gambir tidak hanya menjadi usaha sampingan, tetapi mampu bertransformasi menjadi unit ekonomi mandiri. Sinergi antara pendamping lapangan dan pelaku usaha ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....