Babinsa Ajak Petani di Subulussalam Olah Limbah Jadi Pupuk

  • 12 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Menghadapi tantangan tingginya harga pupuk kimia di pasaran, Babinsa Posramil Penanggalan Kodim 0118/Subulussalam, Kopka Benny Murdoko, meluncurkan program pendampingan pembuatan pupuk organik di Desa Penuntungan. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kemandirian ekonomi petani setempat, Minggu 12 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh ini melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat dengan mengedepankan semangat gotong royong. Babinsa terjun langsung membantu proses pembuatan, mulai dari penyiapan tempat, pemasangan media penampung, hingga pengolahan bahan baku menjadi pupuk siap pakai.

Pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga untuk memberikan edukasi praktis mengenai pemanfaatan bahan alami yang melimpah di lingkungan sekitar. Warga diajarkan teknik mengolah dedaunan, kotoran ternak, dan limbah organik rumah tangga menjadi nutrisi tanaman yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Kopka Benny Murdoko menjelaskan bahwa penggunaan pupuk organik memiliki keunggulan ganda, yakni menjaga kualitas unsur hara tanah sekaligus menghemat modal kerja petani. Dengan memanfaatkan limbah di sekitar lingkungan, biaya produksi pertanian dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi kualitas hasil panen.

“Pemanfaatan pupuk organik ini selain ramah lingkungan juga dapat menekan biaya produksi petani,” ujar Kopka Benny Murdoko di sela-sela kegiatannya mendampingi warga mengolah limbah organik menjadi pupuk.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat adalah wujud kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan ekonomi rakyat. Sektor pertanian menjadi prioritas utama karena merupakan urat nadi perekonomian bagi sebagian besar warga di wilayah Subulussalam.

Masyarakat Desa Penuntungan menyambut antusias program ini dan berharap edukasi serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan. Kemandirian dalam memproduksi pupuk secara mandiri diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian desa dan memperkuat ketahanan pangan daerah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....