TNI Awasi Proyek Koperasi Desa di Subulussalam

  • 07 Mar 2026 22:05 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Subulussalam : Proses pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, kini memasuki tahap pengawasan intensif untuk memastikan spesifikasi bangunan sesuai rencana. Babinsa Koramil 0118-04/Sultan Daulat, Serda Sulis Setiawan, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek guna memantau perkembangan fisik konstruksi, Sabtu 7 Maret 2026.

Langkah pengawasan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran alur kerja di lapangan serta memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat target penyelesaian. Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan juga berfungsi sebagai mitra bagi pelaksana proyek dalam menjaga ketertiban dan keamanan material bangunan selama proses pengerjaan berlangsung.

Dalam tinjauan tersebut, Babinsa melakukan koordinasi dengan para pekerja mengenai progres harian dan kendala yang dihadapi di area konstruksi. Hal ini dilakukan agar setiap tahapan pembangunan, mulai dari struktur bawah hingga penyelesaian akhir, dapat berjalan sinkron dengan cetak biru yang telah ditetapkan sebelumnya.

Aspek keselamatan kerja juga menjadi poin utama yang ditekankan selama proses pemantauan infrastruktur ini. Mengingat kompleksitas pembangunan gedung perkoperasian, para pekerja diingatkan untuk tetap menggunakan alat pelindung diri dan mengikuti prosedur teknis guna menghindari kecelakaan kerja yang dapat menunda jadwal operasional.

Serda Sulis Setiawan menegaskan bahwa kualitas material dan ketepatan pengerjaan merupakan kunci utama agar gedung ini memiliki daya tahan jangka panjang. Ia berharap pembangunan ini tidak sekadar mengejar target waktu, tetapi juga mengedepankan standar kelayakan bangunan umum yang kokoh.

"Kehadiran kami di sini untuk memantau sekaligus memberikan semangat kepada para pekerja agar pembangunan Koperasi Merah Putih ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Serda Sulis Setiawan.

Pembangunan Koperasi Merah Putih ini diproyeksikan menjadi pusat baru bagi kegiatan ekonomi kerakyatan di Desa Namo Buaya. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu menampung berbagai aktivitas usaha bersama dan memperkuat rantai distribusi produk lokal milik warga setempat.

Pihak pelaksana proyek menyambut baik pendampingan tersebut karena membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin dan terarah. Dengan pengawasan rutin, diharapkan potensi penyimpangan teknis dapat dideteksi lebih dini sebelum bangunan mencapai tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Setelah pembangunan ini rampung, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat. Pemerintah desa dan warga setempat kini menantikan selesainya proyek ini sebagai simbol kemandirian ekonomi di wilayah mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....