MPU Aceh Singkil Minta Jadwal Makan Bergizi Digeser

  • 21 Feb 2026 15:07 WIB
  •  Aceh Singkil

RRI.CO.ID, Aceh Singkil : Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Singkil dipastikan mengalami penyesuaian jadwal selama Ramadan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna menghormati kekhusyukan ibadah puasa sekaligus merespons seruan dari para ulama setempat.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Singkil, Rosman Hasmy, menegaskan agar seluruh aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan pada siang hari. Permintaan ini merujuk pada tausyiah MPU Provinsi Aceh terkait operasional rumah makan dan warung kopi selama bulan suci.

Rosman menekankan bahwa meski tidak semua pelajar sebagai penerima manfaat diwajibkan berpuasa, penghentian operasional di siang hari merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Ia menyarankan agar metode penyaluran diatur ulang tanpa menghilangkan hak gizi anak.

"Diharapkan kepada pemerintahan melalui SPPG agar tidak ada aktivitas MBG di siang hari selama Ramadan. Jikalaupun harus dilaksanakan, juknis atau metodenya dapat digeser waktunya dan jenis makanan yang disajikan diganti," ujar Rosman Hasmy, Jumat 20 Februari 2026.

Merespons hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Aceh Singkil menyatakan telah menyiapkan skema baru. Kebijakan ini berpedoman pada Surat Edaran Gubernur Aceh mengenai tata cara penyaluran bantuan pangan selama bulan Ramadan.

Koordinator Wilayah BGN Aceh Singkil, Sarvika, menjelaskan bahwa distribusi makanan yang biasanya dilakukan pada siang hari akan dialihkan ke waktu yang lebih tepat. Hal ini bertujuan agar program tetap berjalan efektif tanpa mengganggu ritme ibadah masyarakat.

"Selama Ramadan, metode penyaluran akan dilakukan pada sore hari menjelang berbuka puasa," kata Sarvika saat dikonfirmasi secara terpisah.

Selain pergeseran waktu, jenis menu yang diberikan kepada siswa juga akan mengalami perubahan signifikan. Pihak BGN memutuskan untuk mengganti menu siap saji menjadi makanan kering yang lebih tahan lama dan praktis untuk dibawa pulang sebagai bekal berbuka.

Jenis makanan seperti roti dan telur rebus akan menjadi pilihan utama guna menjaga kualitas konsumsi pelajar. Strategi ini diambil untuk memastikan standar gizi tetap terjaga meski dalam format yang berbeda dari hari-hari biasanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....