KPU Sukoharjo Usulkan Komposisi Dapil Pemilu Legislatif 2024

  • 23 Nov 2022 21:36 WIB
  •  Surakarta

KBRN Sukoharjo : Dua alternatif usulan terkait perubahan komposisi pada daerah pemilihan (dapil) Sukoharjo dalam Pemilu legislatif 2024 disampaikan saat Sosialisasi Penataan Dapil dan Alokasi kursi DPRD Sukoharjo dalam Pemilu 2024 di Sarila Hotel, Bendosari, Rabu (23/11/2022).

Sebagai informasi, dapil merupakan kecamatan, gabungan kecamatan, atau bagian kecamatan yang dibentuk sebagai kesatuan wilayah atau daerah berdasarkan jumlah penduduk untuk menentukan alokasi kursi di lembaga legislatif.

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, mengatakan sebanyak lima dapil di Sukoharjo tetap sama dari pemilu sebelumnya, namun terdapat dua usulan perubahan komposisi pada jumlah kursinya.

“Jumlah dapil pemilu legislatif 2024 tidak mengalami perubahan, masih menggunakan yang lama, namun ada dua alternatif usulan perubahan komposisi,” ujar Nuril.

Menurutnya, usulan terkait perubahan komposisi yang pertama tersebut dari dapil 1 dengan 11 kursi meliputi Kecamatan Sukoharjo, Bendosari, dan Nguter.

“Dapil 2 dengan 8 kursi meliputi Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru. Dapil 3 dengan 12 kursi meliputi Kecamatan Kartasura, Gatak, dan Baki. Dapil 4 dengan 6 kursi meliputi Kecamatan Grogol. Dapil 5 dengan 9 kursi meliputi Kecamatan Mojolaban dan Polokarto,” kata dia.

Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda juga mengungkapkan, perubahan komposisi kursi tersebut disebabkan karena adanya perubahan jumlah penduduk yang tidak sama di masing-masing kecamatan sehingga diakumulasi ulang.

“Selain itu, KPU Sukoharjo juga melihat faktor proporsionalitas terkait alternatif kedua yang rata-rata harus mencapai 7-11 kursi dalam pemilihan,” tukasnya.

Nuril mengatakan sistem demokrasi Indonesia adalah keterwakilan, artinya diwakili dalam bentuk daerah pemilihan sehingga anggota dewan mewakiti daerah pemilihan.

“Penentuan dapil ditetapkan oleh KPU RI, namun usulan dapil tersebut diserahkan oleh KPU Kabupaten dengan memperhatikan usulan dari masyarakat, melihat pemilu sebelumnya, dan faktor lain,” katanya. (Edwi)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....