LPM Teraspers UAJY Berkolaborasi dengan TEMPO dan Pulitzer Center

  • 10 Nov 2022 13:03 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Lembaga Pers Mahasiswa Teras Pers, pers mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) menjadi yang pertama bekerja sama dengan Majalah TEMPO untuk mengadakan workshop yang bertajuk “Investigasi Jurnalisme Lingkungan” pada Senin (31/10/2022) sampai Selasa (01/11/2022) di Ruang Diskusi Gd. Thomas Aquinas UAJY.

Workshop ini merupakan bentuk implementasi dari program yang dirancang oleh Gregoria Arum Yudarwati, S.I.P., M.Mktg.Comm., Ph.D, Dosen UAJY yang meraih hibah internasional dari The Pulitzer Center. Workshop ini bertujuan untuk belajar dan menambah pengetahuan mengenai jurnalisme investigasi lingkungan serta menghasilkan liputan kolaborasi.

“LPM Teraspers merupakan pers mahasiswa yang pertama kali berkolaborasi dengan TEMPO. Ini merupakan hal yang sangat membanggakan,” ujar Arum.

Workhsop tersebut mengundang narasumber jurnalis senior TEMPO, Bagja Hidayat yang juga sekaligus Redaktur Eksekutif Majalah TEMPO. Ia juga merupakan salah satu jurnalis Rainforest Investigations Fellow Pulitzer Center.

“Seorang jurnalis memang kaki kiri di kantor dan kaki kanan di penjara, sehingga harus berani namun berhati-hati,” ujarnya.

Pelatihan dasar mengenai penulisan artikel berita, meliputi teknik menulis, ragam bentuk artikel sampai pemilihan perspektif menjadi materi pembuka.

“Menulis bertujuan untuk memberi tahu yang belum tahu dan tidak menggurui yang sudah tahu,” ujar Bagja.

Workshop dilakukan secara interaktif artinya peserta boleh memberikan tanggapan maupun pertanyaan di tengah pemaparan materi. Hal ini memberikan energi lebih bagi peserta untuk mengikuti pelatihan.

Bagja menegaskan bahwa publik menjadi majikan dari jurnalis sehingga dalam penulisan dan publikasi berita perlu untuk memperhatikan khalayak.

“Seorang jurnalis diharuskan untuk memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam serta yang paling penting adalah pandai bergaul. Dari situ sudah mempermudah jurnalis untuk menuliskan berita,” jelas Bagja.

Tak hanya memberikan pelatihan dasar penulisan artikel berita, namun Bagja mengajak peserta untuk mencari isu lingkungan di Yogyakarta dan sekitarnya. Pada akhirnya peserta ditugaskan untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan peliputan layaknya jurnalis profesional.

Workshop hari kedua lebih fokus pada diskusi bersama seperti rapat redaksi pada umumnya. Setiap peserta diwajibkan untuk memberikan ide dan gagasannya mengenai isu lingkungan yang ada disekitar.

Terdapat tiga isu besar yang menjadi fokus utama LPM Teras Pers untuk memberikan liputan langsung yaitu alih lahan sawah untuk lahan pemukiman di Yogyakarta, penanggulangan abrasi oleh Pemerintah Yogyakarta, pengelolaan wisata di Gunungkidul, dan penambangan pasir ilegal di Kulon Progo.

“Ide dari awak Teras sangat luar biasa. Seperti dalam tugas peliputan pada umumnya, selanjutnya awak Teras akan membuat TOR dan menentukan deadline penulisan,” ujar Bagja.

Bagja tidak lelah menegaskan bahwa peliputan di lapangan bukan hal yang mudah. Ada waktunya untuk kembali berkali-kali ke lapangan dan mengumpulkan data yang kurang, sehingga diharapkan untuk mempersiapkannya dengan matang.

Setelah pembagian tugas dan pembagian kelompok, bersama-sama menentukan deadline peliputan sehingga akan teratur dan terukur dengan baik.

“Ini baru ⅓ dari tugas jurnalis profesional, seharusnya waktuya lebih singkat. Mungkin terkesan berat, namun saat di lapangan pasti terasa menyenangkan,” tegas Bagja.

Awak Teras Pers akan melakukan proses peliputan di lapangan hingga 11 Desember 2022 didampingi oleh salah satu wartawan TEMPO. Hal tersebut menjadi tantangan bagi awak Teras untuk bisa meningkatkan kemampuan menjadi jurnalis.

“Pelatihan dari TEMPO ini sangat berkualitas dan insightful sekali karena pendasaran terkait ilmu jurnalistik ini menjadi krusial dan penting bagi keberlangsungan LPM Teras Pers. Selain itu, ilmu yang didapatkan juga berdasarkan experience langsung sehingga bisa langsung dipraktikkan khususnya terkait manajemen keredaksian dalam pembuatan konten,” ujar Henrikus Harkismoyo sebagai Pemimpin Redaksi LPM Teras Pers 2022/2023.

Henri berharap, dasar jurnalistik yang telah diberikan tidak menguap begitu saja dan bisa diaplikasikan dalam segala proses pembuatan karya jurnalistik di LPM Teraspers.

Trifena Oktavia yang merupakan Pimpinan Umum LPM Teraspers 2022/2023 juga berpendapat bahwa pelatihan bersama dengan TEMPO merupakan pelatihan yang tidak akan didapatkan di tempat lainnya, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Semoga ilmu yang sudah diberikan oleh Mas Bagja bisa kami terapkan dengan maksimal saat peliputan besok maupun untuk LPM Teras Pers ke depannya sehingga bisa semakin eksis dengan produk jurnalistik yang dihasilkan,” harap Trifena

Olivia Lewi Pramesti, S.Sos., M.A. menutup workshop dengan memberikan pesan kepada awak Teras bahwa walau peliputan terasa berat, namun akan memberikan pengalaman dan pembelajaran menjadi seorang jurnalis profesional. Bahkan ada beberapa ilmu yang seharusnya didapatkan saat menjadi jurnalis profesional bukan saat berada di pers mahasiswa.

“Jangan dianggap beban, lakukan dengan gembira dan pastinya akan mendapatkan banyak pengalaman berharga,” pesan Olivia. (yyw).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....