FOKUS: #VAKSIN COVID-19

GeNose Ditargetkan Produksi Massal Mulai Akhir November

KBRN, Sleman : Tim peneliti GeNose dari UGM menargetkan untuk bisa memproduksi massal alat tersebut pada akhir bulan November mendatang.

Menurut Ketua tim peneliti, Kuwat Triyono, pihaknya menargetkan produksi baru sekitar 120-200 produk pada akhir November tersebut. Menurutnya, saat ini tim konsorsium  tengah bekerja terkait dengan proses produksi atau manufaktur GeNose. Produksi GeNose diakuinya memang belum banyak karena pihaknya masih akan melihat seberapa reliable alat ini di pasaran.

Jika nantinya cukup bagus, pihaknya akan memproduksi dalam skala lebih besar, karena kapasitas maksimal produksinya bisa mencapai 50.000 unit per bulan. Termasuk dengan tempat penampung nafas yang ada saat ini yang masih dibuat secara manual sehingga terbatas, nantinya jika sudah ada cetakan bisa dibuat hingga puluhan ribu item.

“Terkait biaya uji itu komponennya banyak, salah satunya tempat penampung nafas itu saat ini masih dalam tahap produksi dan kami pantau. Kalau harga sensitive ya, tapi cita-cita kami serendah mungkin agar niat sosial kita benar-benar tercapai,” paparnya, Senin (26/10/2020). 

Sementara itu, anggota tim peneliti, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra mengatakan,  saat ini baru ada 10 GeNose dengan sembilan diantaranya disebar di sembilan rumah sakit untuk uji diagnostic. Sedangkan, satu lagi masih dalam proses pengembangan.

Saat ini, pihaknya telah selesai uji dengan Kementerian Kesehatan dan telah lolos sehingga bisa uji diagnosis. Selain itu izin produksi dari Kemenkes juga menurutnya sudah keluar.

“Kami juga selesai uji Kemenkes dan lolos sehingga boleh uji diagnosis, dan dalam proses manuskrip untuk data profiling dan paten,” ungkapnya.

Sebelumnya sejak Senin (26/10), GeNose memang menjalani uji diagnostis di sembilan rumah sakit, diawali dari RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

GeNose ini, menurut tim penelitinya, berfungsi sebagaimana hidung manusia yang mampu mengenali bau. Tetapi GeNose memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dengan mengenali senyawa yang hanya ditemui pada penderita Covid-19. (par/ryt/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00