FOKUS: #TATANAN KEHIDUPAN BARU

Pemda DIY Pantau Wisatawan Melalui Aplikasi Jogja Pass

Aplikasi Jogja Pass
Jogja Pass

KBRN, Yogyakarta : Pemda DIY memperketat pengawasan kunjungan dan aktivitas wisatawan ke obyek wisata DIY. Salah satunya melalui aplikasi ponsel pintar - Jogja Pass yang sudah dapat diunduh di Play Store.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan pihaknya sangat berhati-hati dalam membuka wisata. Pembukaan obyek wisata harus diimbangi tidak hanya dengan protokol kesehatan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun dan jaga jarak tetapi juga membangun sistem identitas digital melalui aplikasi ponsel pintar Jogja Pass dengan data terpadu se-DIYHal itu penting mengingat, bukan tidak mungkin, ketika seseorang datang dalam kondisi baik, namun beberapa hari berikutnya, setelah kembali ke rumah tidak di lokasi wisata, ternyata diduga atau bahkan positif COVID19.

"Mestinya bertahap tidak terjadi CoViD19 kedua kalinya. Makanya kita hati-hati membangun data sistem online seperti itu untuk bisa diterapkan dulu. Jadi aja golek gampange oleh tiket (red:jangan mencari mudahnya mendapat tiket). Karena bisa kesulitan tracing kesulitan pelacakan kalau terjadi kasus. Dan Kabupaten kota sanggup untuk itu," jelas Sri Sultan, Gubernur DIY, di Kepatihan Yogyakarta, Senin (6/7/2020).

Menurutnya, dengan identitas digital melalui aplikasi Jogja Pass yang dikembangkan Pemda DIY itu diharapkan dapat memudahkan dan mempercepat pelacakan jika terjadi kasus positif.

"Biarpun itu di Malioboro QR code, itu dionline kan sama provinsi, setelah dari malioboro pergi ke kaliurang ke kraton ke mangunan itu gak perlu mendaftar lagi sudah di provinsi dicari oleh gunkid sleman dan sebagainya data sudah ada lewat provinsi disitu keluar jam berapa. Disitu ada biarpun orang semarang surabaya jogja kecenderungan dia itu positif jam sekian kita bisa liat data online qr codenya. Misalnya setelah Parangtritis 3 hari lalu ternyata ada positif, di cek parangtritis jam 9 ada ini ini. Ya sudah telpon handphone itu dijelaskan di lokasi ini jam sekian kamu bersama ini, kamu periksa karena yang bertemu dengan kamu di Jogja saat itu ada kecenderungan positif," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Roni Primanto Hari mengatakanwisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta, diwajibkan mengunduh aplikasi Jogja Pass. Aplikasi ini sudah dapat diunduh di play store.

"Jadi download aplikasi nya kami harapkan saat masih di rumah. Begitu masuk Jogja mau kemana saja bebas tinggal di scan barcodenya. Jangan unduh aplikasi saat hendak masuk di obyek wisata. Karena akan membutuhkan waktu, dan bisa mengakibatkan antrean bahkan kerumunan," jelasnya.

Roni menyebut pihaknya juga telah melakukan ujicoba dan melatih petugas obyek wisata menggunakan aplikasi Jogja Pass untuk mendeteksi atau mendata siapa yang masuk.Roni menyebut dalam prosesnya setelah diunduh di playstore, pengunduh akan mendapatkan BARCODE.

BARCODE itu ditambahkannya harus ditunjukkan kepada petugas ketika hendak memasuki obyek wisata.Petugas tempat wisata akan men-scan barcode itu, untuk mendapatkan datanya.

"Barcode itu ditunjukkan dan petugas akan scan dengan alat mereka. Alatnya petugas juga gampang tidak perlu alat khusus. Cukup pakai ponsel pintar ada kameranya sudah bisa foto scan barcode. Dan kita hanya mendeteksi orang kalau sudah scan disana. Kalau sudah keluar dia bisa checkout sudah. Kalau dia check out suatu tempat kita tidak deteksi lagi. Kita deteksi ketika di tempat wisata," urainya.

Selain untuk pelacakan jika terjadi kasus positif COVID19, aplikasi Jogja Pass juga untuk pendataan jumlah dan titik keramaian pengunjung.

"Pengelola hari ini punya data kunjungan keramaiannya jam berapa di titik mana saja. Sehingga bisa memgambil timdakan, pelayanannya harus seperti apa, memperbanyak tempat cuci tangan, sering-sering mengigatkan jaga jarak dll," jelasnya.

Roni menambahkan, scan barcode obyek yang diterapkan pemkot Yogyakarta di Malioboro, hotel dll juga akan dihubungkan dengan aplikasi Jogja Pass, sehingga semua data se-DIY terpadu.

"Kalau kota itu kan barcode yang punya obyeknya, seperti malioboro obyeknya, mall nya dll. Oleh karena itu, kami minta bahwa silakan pake itu kita akan koneksikan pake programnya koneksinya dengan kita sehingga nanti yang masuk data kita. Atau yang masuk pakai aplikasi jogja pass. walaupun barcodenya mereka data yang masuk jogja pass integrasi se DIY. Dengan begitu, seandainya ada apa-apa gampang deteksinya, analisisnya dll," papar Roni.

Roni Primanto Hari menyebutkan, pihaknya akan terus mengembangkan aplikasi Jogja Pass agar tetap dapat berfungsi ketika di lokasi wisata yang jaringan internetnya buruk.

"kendalanya kalau lokasinya internetnya tidak bagus. Kita kembangkan sistem pendataan offline, setelah koneksi bagus akan terkonek online datanya terakses begitu dapat internet," lanjutnya.

Selain itu, aplikasi ini juga akan dihubungkan dengan data kependudukan melalui NIK.

"Minggu depan sudah bisa NIK. Jadi untuk warga DIY tidak perlu isi nama alamat nomer handphone dll. Cukup isi NIKnya. Kalau yang luar daerah tetap ada nama alamat dll," pungkasnya. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00