UMY Digandeng PT INKA Buat Kereta Hybrid

Rancangan baterai kereta hybrid karya Tim Dosen Teknik Elektro UMY

KBRN, Yogyakarta : Tim Dosen Prodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), siap menciptakan alat charger baterai untuk kereta.

Adapun tim dosen tersebut antara lain Dr. Ir. Ramadoni Syahputra, S.T., M.T; Kunnu Purwanto, ST., M.Eng. dan Muhamad Yusvin Mustar, ST., M.Eng.

Hal ini seiring rencana PT Industri Kereta Api (INKA) Persero, membuat kereta hybrid yang beroperasi menggunakan tenaga gabungan diesel dan listrik. 

Sehingga, BUMN itu menggandeng Tim Dosen Teknik dari UMY, yang mendapat pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Invitasi dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

"Jadi sebelum dinyatakan lolos mendapat pendaan riset, perguruan tinggi yang mendapat undangan diberikan sosialisasi dari PT INKA juga dari Tim LPDP," kata Ketua tim penelitian, Dr. Ir. Ramadoni Syahputra, S.T., M.T melalui siaran pers tertulis, Sabtu (8/1/2022).

Pihaknya juga dimintai pendapat terkait per keretaapian dengan tema besar kendaraan listrik. Selanjutnya menganalisa, apa yang dibutuhkan PT INKA.

Kemudian dilanjutkan dengan pengajuan proposal ke BUMN tersebut, dan ternyata membawa hasil yang membanggakan.

Hal itu dikarenakan, UMY menjadi satu satunya perguruan tinggi swasta yang diberi kesempatan untuk mengerjakan projek ini.

Doni memandang, pembuatan kereta hybrid menjadi inovasi yang bagus, karena kini kereta listrik hanya digunakan untuk perjalanan jarak pendek, kereta diesel untuk perjalanan jarak jauh.

Penggunaan solar sebagai bahan bakar kereta bertenaga diesel bisa habis jika dipakai terus menerus, dan hasil pembakarannya juga mencemari udara.

"Sehingga inilah mengapa penelitian ini menjadi penting adanya," ucap dia.

Dalam proses pembuatan kereta diesel, PT INKA butuh waktu satu tahun, sehingga dirasa tidak efektif, mengingat tingginya permintaan produksi kereta.

"Jadi setelah berdiskusi panjang, kami diminta membuat charger baterai, untuk pengeparsian system control dan alat kelistrikan di kereta,” imbuhnya.

Romadoni pun berharap, riset ini bisa memotivasi civitas academica UMY, untuk terus maju dan berinovasi, agar semakin dipercaya pihak luar. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar