Gelaran KRI 2021 Terganggu Putusnya Kabel Bawah Laut Sumatera

KBRN, Sleman : Putusnya jaringan kabel bawah laut di Sumatera turut berdampak pada penyelenggaraan Kontes Robot Indonesia (KRI) yang dibuka mulai Kamis (23/09). Ketua Dewan Juri, Prof. Benyamin Kusumoputro, sistem penjurian pada ajang kali ini harus dirubah menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Putusnya kabel laut itu di daerah Sumatera itu menyebabkan peraturan penjurian harus dirubah. Ada antrian yang harus digilir ke peserta, sehingga takutnya kalau ada peserta yang ketika main dan dapat giliran putus, sehingga nilai jatuh, Jadi diambil beberapa kali pertandingan diambil rata-rata untuk melihat konsistensi robot, itu yang jadi penilaian,” katanya dalam jumpa pers usai pembukaan di GSP UGM, Kamis (23/09)

Sementara itu, Koordinator Pokja Dikti Pusprenas, Rizal Alfian, mengatakan ajang tahunan ini dimaksudkan untk memafisilitasi minat, ide, serta kreativitas mahasiswa dalam bidang robotika. Ia pun berharap ada inovasi yang tercipta dari ajang ini.

“Robot-robot ini juga biasanya berasal dari pengembangan di ajang sebelumnya, saya harap ada inovasi yang menyesuaikan dengan tantangan yang ada saat ini, seperti dalam penanganan pandemic,” jelasnya di kesempatan yang sama.

KRI 2021 ini diikuti 278 tim robot dari 107 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka akan berkompetisi terlebih dahulu di tingkat wilayah. Untuk KRI Wilayah I diikuti 140 tim dari 54 Perguruan Tinggi dari Indonesia bagian barat dan KRI Wilayah II diikuti 138 tim dari 53 Perguruan Tinggi dari Indonesia bagian timur. KRI tahun ini digelar seluruhnya secara daring mulai 22 September hingga 1 Oktober dengan UGM sebagai tuan rumah penyelenggara. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00