Proyek Tol Jogja-Solo Terjang Makam Desa di Manisrenggo Klaten

KBRN, Klaten : Tempat Pemakam Umum (TPU) seluas 657 meter persegi di Desa Taskombang Manisrenggo Klaten, akan tergusur untuk proyek pembangunan jalan Tol Jogja – Solo.

Camat Manisrenggo, Rahardjo Budi Setiyono mengatakan, sebanyak 275 bidang tanah di Kecamatan Manisrenggo akan dilewati jalan tol Jogja-Solo, di antaranya lahan makam di Desa Taskombang.

“Saat ini proses pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol masih dalam tahap pemasangan patok. Di  kecamatan Manisrenggo ada empat desa yang diterjang jalan tol yakni di Desa Borangan, Barukan, Nangsri, dan  Desa Taskombang,” terangnya, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, jumlah 275 bidang tanah yang terkena jalan tol Joigja-Solo tersebut yakni Desa Borangan sebanyak 122 bidang, Desa Nangsri 61 bidang, Desa Taskombang sebanyak 86 bidang, dan Desa Barukan ada  6 bidang.

Rahardjo menyebut, tidak ada sekolah dan tempat ibadah yang dilewati jalan tol di Manisrenggo. Fasilitas umum yang akan dilewati yakni ada satu makam di Desa Taskombang.

“Sudah ditanyakan ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol bahwa makamnya akan dipindahkan dengan biaya akan ditanggung dari PPK,” ungkapnya.

Sementara terkait dampak bagi warga yang tanahnya terkena proyek tol yang melintasi wilayah Manisrenggo, Rahardjo Budi Setiyono mengatakan, hingga saat ini warga masih tenang.

“Ya memang sempat ada para makelar tanah yang berusaha memengaruhi warga. Tetapi  warga yang tanahnya akan dilewati jalan tol sudah diberikan sosialisasi agar tidak terpengaruh dengan para makelar tersebut,” ujarnya. 

Di sisi lain, Kepala Desa Taskombang, Aris Sumarno juga menyoroti soal tanah pemakanan umum yang terdampak tol. Menurutnya, luas makam akan dilewati jalan tol mencapai 657 meter persegi, merupakan tanah kas desa yang nantinya akan dicarikan lahan pengganti untuk memindahkan makam.

“Para ahli waris akan mendapatkan ganti berupa biaya pemindahan makam,” ungkap Aris. 

Ia menambahkan, proses pencarian lahan pengganti itu dilakukan dengan diawali pelepasan aset melalui musyawarah Desa.

“Pelepasan aset itu dilakukan karena makam berada di tanah kas desa. Dan hingga saat ini desa belum mencari lahan pengganti karena masih menunggu pendataan dari tim pengadaan lahan untuk jalan tol Jogja–Solo,” pungkasnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00