FOKUS: #KASUS DANA BANSOS

Demo di DPRD DIY Anarkis, PKL Alami Kerugian

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah pedagang Kaki Lima di Malioboro bagian utara merugi bahkan tidak bisa berjualan setelah aksi demo anarkis terjadi pada Kamis (8/10/2020). 

Pedagang lesehan di depan Hotel Inna Garuda, Triyanto, Jumat (9/10/2020) mengaku perkakas yang dimiliki seperti mangkok, piring, meja, kursi, besi, tenda dll, miliknya dan juga rekan-rekan PKL lainnya, rusak diambil dan dipakai demonstran melempari aparat keamanan dan gedung DPRD.

"Diambil semua itu barang-barang galon, ember juga, dipakai buat mbalangi (melempari) aparat. Seumur-umur saya baru kali ini, demo kayak gini," jelasnya.

Ia turut menyesalkan dan mengutuk keras aksi demonstran yang anarkis. 

"Saya mengutuk, mengecam, demo rusuh ini. Kalau besok ada lagi begitu, saya lawan. Saya dan teman-teman PKL tidak akan segan-segan melawan," tegasnya.

Sementara itu, untuk keberlanjutan aktivitas perdagangannya, ia hanya berharap bantuan tangan pemerintah agar bisa berjualan lagi. 

"Kemarin Dewan minta di data, tadi sudah didata, dari polisi juga sudah mendata, ya semoga ada bantuan lah dari pemerintah. Biar bisa cepat memulai usaha lagi. Hidup kami di sini. Jualan di Malioboro ini," tambahnya.

Hal senada disampaikan PKL Malioboro lainnya, Sutirah. 

"Saya sebagai pengusaha kuliner selama 28 tahun, kejadian yang paling anarkis itu kemarin. Bener-bener menyakitkan. Saya gak mau Malioboro dan Kota Yogyakarta ini dibikin kisruh, ada orang yang tidak bertanggungjawab. Dan saya menginginkan tentram dan damai tidak ada kekisruhan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut dalam rapat Forkompinda di Kepatihan, Jumat (9/10/2020) sore, disebutkan ada kerugian sekitar Rp 750 juta akibat demonstrasi yang anarkis, di DPRD DIY dan Malioboro, Kamis kemarin. 

"Kami minta, tadi kami sudah berkoordinasi dengan forkominda kerusakan-kerusakan sudah ditata kira-kira di bawah 1 miliar setelah termasuk warung (PKL) yang rusak mulai dari Inna Garuda sampai di depan gedung DPRD, dan pertigaan perwakilan. Totalnya sekitar 750 juta kerusakan-kerusakan itu,"  kata Wakil DPRD DIY.

Huda menyebut pemerintah berjanji akan segera melakukan perbaikan kerusakan yang ada, karena Malioboro merupakan trademark Yogyakarta sebagai kota wisata. Pihaknya juga mendorong perbaikan juga mengakomodir kebutuhan PKL untuk dapat memulai usahanya kembali. 

"Akan segera diperbaiki, secepatnya, fasilitas -fasilitas publik yang rusak. Karena Malioboro ini kan ikon-nya Jogja. Kami juga terus upayakan, agar para PKL juga bisa tercover. Intinya semuanya harus pulih dengan cepat. Kita tunjukkan kepada pihak-pihak yang berbuat anarkis, Yogya tidak terpengaruh. Dan memang kan Malioboro juga sudah seperti biasa. Wisatawan juga banyak. Yang terdampak langsung kan juga gak semua, ke selatan kan normal sekali," jelasnya.

Sementara, Sekda DIY, Baskoro Aji juga  mengatakan pemda DIY sedang menginventarisir kerusakan oleh DPU P ESDM DIY. 

Ditambahkannya, kerusakan Gedung DPRD masih ditanggung asuransi, sehingga Pemerintah dimungkinkan hanya menanggung perbaikan kerusakan fasilitas publik di jalur paedestrian. Sedangkan milik swasta tidak ditanggung pemerintah.

"Kita tentu segera menginventarisasi kerusakan yang ada baik itu di DPRD maupun di  paedestrian Malioboro.Ini Kepala Dinas PU, Pak hananto bersama kota inventarisasi kerusakan yang ada, menghitung kerugian yang terjadi untuk kita lakukan perbaikan segera. Pak Gubernur tadi juga menyampaikan apa yang mau kita lakukan ke depan, agar segera aktivitas pulih kembali tidak ada bekas kerusuhan. Walaupun semalam sudah kita bersihkan ya, termasuk yang rumah makan cafe pojokan itu ditutup , karena kemarin sebelum ditutupi setiap lewat orang berhenti selfie, " jelasnya. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00