Pandemi Covid Picu Lonjakan Pengangguran di Bantul

Buruh di Bantul korban PHK maupun yang dirumahkan perusahaan melakukan aksi protes

KBRN, Yogyakarta : Sejak tanggal 2 April hingga kini, tercatat hampir 10 ribu buruh di Kabupaten Bantul, sudah tidak bekerja.

Penyebabnya, delapan ribu buruh dirumahkan perusahaan tanpa upah, bahkan tanpa batas waktu yang jelas, kapan mereka bisa bekerja kembali. Sedangkan 1700 buruh lainnya, mengalami pemutusan hubungan kerja.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Istirul Widilastuti menyebut, telah terjadi lonjakan angka pengangguran.

Untuk diketahui, sebelum terjadi Pandemi Virus Corona, jumlah pengangguran di Bantul kisarannya di angka 15 ribu orang.

”Solusi kemarin kita sudah mengusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memberi jaring pengaman sosial, berupa bansos dan sembako,” kata Istirul di Bantul, Kamis (30/7/2020).

Selain program jaring pengaman sosial, Istirul mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk membantu para buruh yang terdampak pandemi. Apalagi kini, program kartu pra kerja dari pusat sudah tidak bisa diakses.

”Untuk yang gelombang ke empat dihentikan karena masih dievaluasi,” imbuhnya.

Sesuai data Kementerian Koordinator Perekonomian, jumlah penerima kartu pra kerja di Bantul dari gelombang satu sampai tiga, mencapai tiga ribu orang.

Karena Pandemi Corona belum juga usai, Istirul menduga kasus PHK terhadap buruh, maupun kasus buruh yang dirumahkan perusahaan terus terjadi.

”Bisa jadi jumlahnya bergerak terus sampai sekarang,” terang dia. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00