Gus Hilmy Pertanyakan Program Kartu Pra Kerja

Anggota DPD RI dari DIY Hilmy Muhammad

KBRN, Yogyakarta : Anggota DPD RI Hilmy Muhammad merasa prihatin, belum optimalnya kebijakan kartu pra kerja yang dijalankan pemerintah.

Beberapa persoalan antara lain, insentif terlambat turun bahkan hingga kini belum cair, termasuk belum ada pembukaan lagi untuk peserta angkatan keempat. Padahal kata dia, masyarakat sudah menunggu untuk mendaftar jadi peserta.

Dari beberapa tahapan yang telah dibuka, hingga kini terlihat masih macet, sedangkan yang sudah mendapat Kartu Pra Kerja, hanya sekali mendapatkan stimulus.

”Kami harap ini segera ditangani,” kata Senator dari Yogyakarta yang akrab disapa Gus Hilmy itu melalui siaran pers, Jumat (3/7/2020), terkait hasil rapat kerja virtual dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah akhir Juni lalu.

Menanggapi pernyataan Gus Hilmy, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui, banyak kelemahan dalam program kartu pra kerja, sehingga manfaatnya belum dirasakan optimal oleh masyarakat.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo kata menteri, program tersebut memprioritaskan 1,7 juta pekerja yang menjadi korban PHK perusahaan. Namun, pihaknya masih kekurangan tenaga pengawas dan mediator.

”Kita baru memiliki 1574 pengawas dari idealnya 6000 pengawas, kita sudah mengajukan tapi sistem rekruitmen dibatasi,” katanya. (ws/yyw)        

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00