MUI Bantul Himbau Masyarakat Lakukan Sholat Ied di Rumah

Suasana Khutbah Sholat Ied di Alun-Alun Utara Yogyakarta

Pendapat Damanhuri, sejalan dengan pandangan Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, yang berharap ada kebijakan tentang relaksasi bagi Umat Muslim, ketika ingin melaksanakan ibadah berjamaah.

Apalagi di Fatwa MUI No 28 thn 2020, membolehkan pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah di tanah lapang, masjid, musholla atau tempat lain, jika suatu kawasan pandemi Covid-19 terkendali sehingga kasusnya turun.

Jika memang di desa-desa yang tidak ada penularan kasus, Halim berharap bisa diberikan ijin mendirikan Sholat Ied dengan protokol ketat. Maka, peta sebaran kasus Covid di tingkat kecamatan dan desa harus jelas.

”Dinas Kesehatan bekompeten untuk memberikan pendapat, ini bukan untuk meruwetkan, tapi untuk memberi jawaban memadai atas kegelisahan masyarakat,” ucap dia.

Relaksasi Terlalu Beresiko

Saat ini, pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul yang dirawat di rumah sakit, hampir semuanya tanpa gejala awal. Melihat kondisi ini, tidak mungkin dilakukan kebijakan relaksasi untuk kegiatan Sholat Ied berjamaah.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja

Dinas Komunikasi dan Informatika setempat mencatat, pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Bantul sudah di atas lima ribu orang. Semuanya dari luar daerah termasuk dari wilayah Episentrum penularan Virus Corona.

”Ini tersebar di semua wilayah kecamatan, tentu pendatang itu akan menyebabkan kerumunan dan penularan jika mereka membawa virus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja.

Bupati Bantul Suharsono terlihat begitu dilema, untuk menentukan sikap mengenai pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjamaah di wilayahnya. Namun, pihaknya tetap akan menyesuaikan aturan hukum yang ada.

”Kalau Gubernur melarang namun kita mengijinkan, secara hukum saya sebagai kepala daerah melanggar,” terangnya.

Sebetulnya bupati sepakat, di saat terjadi wabah penyakit tidak harus melaksanakan sholat secara berjamaah, namun ia mengakui, kesadaran masyarakat masih rendah. (ws/yyw)

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00