Masyarakat & DPR Berharap Rencana Pencabutan Subsidi Gas Melon Dikaji Ulang

KBRN, Sleman : Rencana pencabutan subsidi harga gas elpiji tiga  kilogram mendapat banyak tanggapan dari masyarakat luas dan Anggota DPRD Kabupaten Sleman yang berharap agar rencana tersebut dikaji kembali.

Salah satu warga Dusun Suruh Donoharjo Kecamatan Ngaglik Sleman, Pambudi Sulis (58) tahun  mengatakan,  wacana tersebut  membuat gelisah masyarakat, karena masyarakat kecil yang ekomominya tidak menentu akan keberatan.

“Ya seperti saya merasa keberatan kalau subsidi gas elpiji 3 kilogram tersebut dihapus. Kasihan kepada warga yang tidak mampu seperti saya ini. Bagi yang mampu mereka bisa beli. Karenanya pemerintah diharapkan untuk mengkaji ulang hal tersebut,” kata Pambudi, saat ditemui RRI di Sleman (20/1/2020).

Hal senada juga diungkapkan Ibu Maksum (49) tahun warga  Desa Tridadi Kecamatan Sleman yang menyatakan keberatan subsidi itu dihapus atau dicabut.

Sementara itu, Anggota DPRD Sleman dari Komisi D, Suryana mengatakan, adanya wacana penghapusan subsidi gas elpiji 3 kilogram mungkin distribusi gas tersebut salah sasaran.

“Selain itu, pengeluaran pemerintah terlalu banyak, ya tentunya penghapusan tersebut untuk dievaluasi pendistrubusian, jangan langsung dihapus atau dicabut. Kita evaluasi lagi cara-caranya atau teknik- tekniknya atau tidak menyeleweng, agar pas sasaran kepada warga yang kurang mampu,” ungkap Suryana di ruang kerjanya.

Ia menambahkan pendistribusian gas Eelpiji 3 kilogram menurutnya tidak pas sasaran. Sebaiknya kalau mau membeli gas elpiji 3 kilogram tersebut harus membawa surat keterangan kurang mampu.

“Sampai saat ini yang menggunakan juga banyak orang yang mampu karena dijual bebas dengan harapan untuk dievaluasi lagi,” katanya.

Di sisi lain pemilik Pangkalan Gas elpiji 3 kilogram  di Dusun Kepitu  Desa Tri Mulyo Kecamatan Sleman, Agung Pramana menyatakan pasrah.

“Kebijakannya pemerintah begitu, kita tidak bisa berbuat apa-apa ya mengikuti keputusan pemeintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pangkalan miliknya  setiap minggu mendapat jatah 110 tabung gas elpiji 3 kilogram dari Agen PT Akas Waras Indonesi. Jumlah itu selama 2 hari hingga 3 hari baru habis diambil untuk kebutuhan warga sekitar. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00