Satgas Penanggulangan Kemiskinan Sleman Sikapi Naiknya Data Penduduk Miskin

Wabup Sleman Danang Maharsa

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kabupaten Sleman mengakui, angka kemiskinan meningkat akibat pademi Covid-19. Jika tahun 2020 data kemiskinan mencapai 8,12 persen, setahun kemudian naik jadi 8,64 persen.

Selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, Wakil Bupati Danang Maharsa segera melakukan konsolidasi program terkait pengentasan kemiskinan.

"Sehingga muncul konsep penangulangan kemiskinan integratif, baik jangka pendek atau jangka panjang," kata Danang, Jumat (12/8/2022).

Artinya, TKPKD tidak hanya bertumpu pada program yang dibiayai anggaran APBD atau APBN. Tetapi semua stakeholder pemerintah agar memprioritaskan programnya untuk penanggulangan kemiskinan.

Sejumlah lembaga swasta yang dikonsilidasi antara lain, kekuatan lembaga amil zakat atau kelompok charity, Forum Tanggjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) di Sleman, serta sejumlah lembaga swasta lainnya.

Ada empat sektor yang saat ini diskema menjadi program pengentasan kemiskinan. Pertama, peningkatan kualitas UMKM. Semua kategori UMKM di Sleman harus lebih cepat naik kelas, mampu merambah pasar digital berdaya-saing tinggi. 

Bentuk-bentuk program yang telah dijalankan kaitannya dengan sektor UMKM adalah, bantuan pengurusan izin usaha, pembinaan pengemasan produk, serta program bantuan pemodalan. 

"Disinergikan dengan program pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sleman di tahun ini mengalokasikan Rp 4,7 Miliar untuk pemberdayaan UMKM," ucapnya.

Kedua, sektor pertanian. Tim penangulangan kemiskinan mengkonsolidasi petani melakukan langkah produksi invotif. Salah satu kegiatan yang dimasifkan adalah bantuan bibit pertanian serta mendorong komunitas milenial turun tangan mengarap sektor pertanian. 

Kelompok usia milenial termasuk kategori terdampak pandemi cukup besar karena pemutusan kerja. Pemerintah mengorganisir mereka untuk membuat kelompok tani. Mengarap lahan pertanian dengan bantuan bibit, pendampingan, serta alat produksi.

Hingga saat ini sudah ada tiga kelompok petani milenial yang telah berjalan di Sleman. Ketiganya berada di wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi, meliputi Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Prambanan.

Dukungan yang lebih luas bagi kalangan petani antara lain, pembentukan hilir dari sektor pertanian.

"Yakni berupa rumah lelang hasil tani masyarakat. Program ini sudah berjalan di sejumlah kapenewon yang tidak saja ada di wilayah dengan status termiskin," lanjutnya.

Ketiga, sektor pariwisata. Sleman sebagai wilayah dengan tujuan wisata cukup besar diintegrasikan sebagai pasar produksi. Semua hasil produksi UMKM di Sleman didorong untuk mendapat tempat di area destinasi wisata.

Kaitan dengan itu, Tim penanggulangan kemiskinan Kabupaten Sleman mendukung sejumlah event wisata serta pameran produk UMKM. Berdasarkan data yang tim penanggulangan kemiskinan miliki, baru UMKM kategori produk kuliner yang mendapat manfaat cukup besar.

Keempat, bantuan beasiswa kuliah bagi keluarga miskin. Tim penanggulangan kemiskinan bekerjasama dengan universitas menciptakan link and match dunia pendidikan dan dunia kerja. Diberi dukungan beasiswa kuliah.

Program beasiswa tersebut lebih bersifat jangka panjang dalam kerangka pengentasan kemiskinan. Harapannya bisa memutus mata rantai keluarga miskin. Tim penangulangan kemiskinan telah berjalin kerja sama dengan Amikom Yogyakarta untuk program tersebut. 

Selain itu, sebagai program “pemadam kebakaran” atau program jangka pendek, tim penanggulangan kemiskinan mendorong peningkatan bantuan tunai atau jaminan sosial yang sudah ada. Program semacam itu tentu tidak bersifat sustainability dalam rangka pemberdayaan.

Perlu dijelaskan bahwa dari empat langkah darurat program penanggulangan kemiskinan tersebut sejauhnya masih diprioritaskan di wilayah-wilayah dengan kategori termiskin di Kabupaten Sleman. 

Program strategis pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sleman dirancang dengan konsep pemberdayaan produktif berbasis komunitas. Ujung tombak keberhasilan program pengentasan kemiskinan di Sleman yang bergantung pada aspek inovasi dan kreatifitas.

Selaku Wakil Bupati Sleman yang sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) kami berharap dukungan semua pihak untuk bergotong-royong dalam agenda pengentasan kemiskinan. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar