Pemerintah Distribusi Migor Subsidi ke Enam Kalurahan

Sejumlah orang secara beranting, menurunkan bantuan migor subsidi dari atas bak truk. Kegiatan itu berlangsung, Senin (24/1/2022) di halaman kantor Kapanewon Sleman.

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah orang di halaman Kantor Kapanewon Sleman, membentuk rantai manusia, Senin (24/1/2022).

Mereka mengoper dari tangan ke tangan, 33 karton berisi 300 liter lebih minyak goreng subsidi, usai diturunkan dari bak truk.

Panewu Sleman Suyanto bercerita, minyak goreng itu akan disalurkan kepada warga miskin melalui Operasi Pasar, di halaman kantornya Kamis (27/1) mendatang.

Setiap warga datang, wajib menebus dengan harga Rp14 ribu per liter. Migor akan dibagi rata maksimal dua liter untuk setiap orang.

Lurah desa masing-masing, sudah menentukan siapa yang akan menerima bantuan tersebut. Suyanto menyebut, lima kalurahan di wilayahnya, yaitu Tridadi, Trimulyo, kemudian Caturharjo, Triharjo dan Pandowoharjo.

”Untuk Caturharjo dan Triharjo itu, masing-masing 39 orang, kemudian untuk Tridadi, Trimulyo dan Pandowoharjo masing-masing 40 orang,” katanya.

Terkait distribusi minyak goreng subsidi, Iva salah satu warga Sleman berharap, bisa menormalkan harga minyak goreng kemasan.

Di pasar rakyat, harga jual komoditas itu masih di atas Rp14 ribu per liter. Ia khawatir, distribusi migor subsidi menjadi polemik kalau hanya sekali lalu berhenti.

”Maksudnya nggak merata, harus ada keberlanjutan selama harga minyak goreng tinggi,” ucap dia.

Selain di Kapanewon Sleman, ada lima kapanewon lain yang mendapat distribusi minyak goreng subsidi, meliputi Kapanewon Seyegan, Kapanewon Tempel, dan Kapanewon Prambanan, masing-masing mendapat 34 karton.

Kemudian di Kapanewon Cangkringan 33 karton dan Kapanewon Turi 32 karton. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar