Selama Pandemi, Banyak Penyandang Disabilitas Nganggur

KBRN, Yogyakarta : Alunan musik campursari mengiringi gerakan senam 200-an penyandang disabilitas, di Gedung Serbaguna Sleman, Jumat (3/12/2021).

Kegiatan itu memeriahkan Hari Disabilitas Internasional, yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Lewat momentum ini, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sleman Sukamto, ingin membangkitkan semangat dan harapan rekan-rekannya, sesama penyandang disabilitas.

Ia mengakui, selama Pandemi Covid-19 banyak penyandang disabilitas di Sleman kehilangan pekerjaan, jumlahnya bisa sampai puluhan orang.

”Kebanyakan teman-teman jualan ya seperti baju, ada hajatan dan pesta ada pesanan, selama pandemi tidak ada kegiatan tidak ada yang pesan,” katanya.

Disamping itu, ada juga yang jadi buruh, tetapi omset pabrik turun, sehingga para pekerja dirumahkan sementara.

Termasuk juga yang membuat makanan, biasanya dititipkan di warung, tetapi karena pandemi omset warung turun, sehingga terpaksa tidak membuat makanan seperti biasanya.

Agar kondisi tidak semakin buruk, PPDI Sleman menggelar pelatihan pemasaran online, sehingga mereka tetap bisa memiliki sumber penghasilan.

”Yang menjahit ada 27 orang, lalu ada boga sekitar 60-an yang kita latih dan bisa berkembang, yang ikut pelatihan banyak tapi yang berkembang sejumlah itu,” lanjutnya.

Pemberdayaan kelompok disabilitas di Bumi Sembada bisa terlaksana, berkat dukungan pemerintah daerah, seperti diakui Kepala Dinas Sosial Eko Suhargono.

”Kita memberi suport kepada teman-teman disabilitas, baik dalam usaha maupun kebutuhan dasarnya, dan akhirnya mereka bisa mandiri,” terangnya.

Selain memberi pendampingan melalui pelatihan yang hingga kini masih berjalan, Dinas Sosial Sleman kata Eko, juga memberikan bantuan modal usaha, nilainya sebesar Rp 2 Juta per orang. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar