FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Dishub DIY Skrining Bus Bawa Wisatawan Masuk DIY

Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Dinas Perhubungan DIY

KBRN, Yogyakarta : Dinas Perhubungan DIY masih terus melakukan evaluasi titik simpul pemeriksaan vaksin atau skrining bus-bus yang mengangkut wisatawan, karena diduga banyak yang lolos dan masuk ke sejumlah objek wisata yang belum resmi buka di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan sejauh ini pihaknya sudah menempatkan petugas pemeriksaan bus rombongan wisatawan di Taman Parkir Adisucipto dari arah timur, dan di Terminal Jombor untuk memeriksa bus-bus dari arah utara.

Petugas akan memeriksa untuk memastikan semua penumpang bus telah menjalani vaksinasi COVID19 minimal dosis pertama serta kapasitas bus maksimal 70% dari total kapasitas sesuai aturan.

Namun diakui, meski ada pemeriksaan, tidak sedikit bus yang menghindari pemeriksaan dengan mencari jalur lain.

“Di simpul kami istilahnya kalau orang datang ke Jogja itu sehat, jadi dia sudah tervaksin. Kami juga ada patroli sama stay di simpul-simpul. Cuma ya namanya ini ya namanya anu ya, pintar-pintar mereka juga lewat jalan mana, jalan mana,” kata Ni Made, di Kompleks Kepatihan, Senin (11/10/2021).

Made menjelaskan sejumlah kendaraan juga ada yang diputar balik karena tidak memenuhi syarat yakni ada penumpangnya yang belum menjalani vaksinasi, meski jumlahnya tidak banyak, sekitar lima kendaraan.

Ia berharap simpul pemeriksaan vaksinasi semacam ini juga diperbanyak bahkan di tiap kabupaten.

"Kalau hanya mengandalkan petugas kami jumlahnya terbatas jika harus menjaga selama 24 jam. Kami minta semua terminal tipe B di kabupaten dan kota juga ikut berperan karena terminal buka 24 jam dan ada petugasnya.  Kalau semua sudah main dalam artian simpul-simpul kabupaten sudah difungsikan saya kira mungkin lebih bisa mengendalikan ya,” terangnya.

Di dalam kota Yogyakarta sendiri, juga ditemukan bus-bus besar yang parkir di sisi jalan.

Padahal, sebenarnya sudah ada aturan larangan bus masuk kota saat akhir pekan.

Apalagi lokasi parkir di Abu Bakar Ali dan sekitarnya juga belum boleh buka.

Pemda DIY juga sedang mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk parkir bus sementara di pinggiran kota.

“Kami juga evaluasi, kemarin termasuk mereka droping, bus kan enggak boleh masuk kota sehingga kemarin itu padat banget, kami rapat malam. Kami mau koordinasi sama pemerintah Kota, Sleman, Bantul  mungkin ada simpul bisa menstransfrer, jadi ada transitnya. Kalau enggak boleh masuk kota harus ada transit. Kita akan kondisikan, ada shuttle atau bus Trans Jogja untuk distribusi penumpang, terutama saat Sabtu Minggu," jelas Ni Made.

Sebelumnya, Manajer Pemasaran Gembira Loka Zoo, Yosi Hermawan, pada Minggu (10/10/2021) terpaksa menolak rombongan bus masuk Gembira Loka Zoo karena banyak penumpangnya belum vaksin Covid-19.

Yosi juga tidak mengetahui bagaimana bisa bus tersebut lolos dari pemeriksaan dan bisa masuk ke dalam kota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00