Kasus Melandai, Selter Standby, Tak Langgar Aturan

Huda Tri Yudiana, Wakil Ketua DPRD DIY

KBRN, Yogyakarta : DPRD DIY memastikan tidak ada pelanggaran aturan atas penutupan shelter COVID19 yang dikelola Pemda DIY.

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, DPRD DIY sejak awal menyetujui anggaran untuk operasional shelter yang besarannya mencapai Rp7 miliar.

Anggaran itu bersifat tentatif, sehingga dana sebesar Rp7 miliar itu digunakan sesuai kebutuhan.

"Shelter itu tentatif anggarannya. Kita menganggarkan shelter antisipasi kasus. Anggaran tentatif, tidak digunakan semua. Tapi dipakai sesuai kebutuhan berdasar pemakaian.Ketika satu shelter dengan kapasitas 50 ruang, namun yang terpakai hanya 25 ruang, maka sesuai kesepakatan lelang dengan pihak ketiga untuk anggaran operasionalnya menyesuaikan pemakaian yakni 25 orang," kata Huda di DPRD DIY, Rabu, (6/10/2021).

Sistem itu juga akan lebih efisien, tidak ada pemborosan anggaran. Karena jika kasus landai, tidak ada yang menggunakan juga tidak ada anggaran yang dikeluarkan.

"Dengan begitu, secara hukum akan aman karena pelaporannya jelas, serta dengan skema seperti itu juga dinilai olehnya cukup efisien. Dan sudah disiapkan sejak awal, disetting begitu. Jadi menurut saya di masa sekarang  saya istilahkan shelter, isoter itu posisinya standby siap sewaktu-waktu digunakan, tapi tidak menyerap anggaran banyak. Jadi, kalau ada kejadian diaktifkan sewaktu-waktu bisa. Hanya anggarannya dileluarkan sesuai keperluan, dan ini aman secara hukum," terang Huda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan 31 titik shelter yang dikelola Pemda DIY, telah ditutup secara serentak pada tanggal 22 September 2021 lalu.

Hingga 5 Oktober, satu shelter masih dibuka dan terisi pasien Covid-19 .Yakni, Shelter di mess khusus karyawan perkeretapian yang akan segera ditutup ketika masa karantina penghuninya sudah  selesai.

Tidak hanya shelter dalam kewenangan Pemda DIY, 4 lokasi isolasi terpusat (isoter) yang dikelola bersama dengan instansi lain yakni Shelter PUPR-Polda DIY; BBWS Serayu Opak; Rusun PIAT-UGM; dan Rusun UNY juga telah dinonaktifkan per 1 Oktober lalu.

Disisi lain, Dinas Sosial DIY tetap menyiagakan satu lokasi shelter berkapasitas 100 kamar yakni di Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial, Jalan Veteran, Kota Yogyakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00