PKL keberatan rencana pemberlakuan kendaraan Ganjil Genap di Malioboro

Suasana Malioboro

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah kalangan pedagang di kawasan Malioboro mengaku keberatan atas diberlakukannya ganjil genap kendaraan yang melintas di kawasan Malioboro pada setiap akhir pekan.

Ketua Kelompok 10 Paguyuban Tri Darma Malioboro, Paul Zulkarnaen mengatakan para pedagang khawatir kebijakan ganjil genap akan mempengaruhi pendapatan mereka. Para pedagang merencanakan akan berkirim surat ke Wali Kota Yogyakarta supaya kebijakan ganjil genap dikaji ulang.

" Kami akan berkirim surat ke Wali Kota atau pemangku kebijaksaan di Kota Jogja, supaya Malioboro ini diperhatikan benar-benar," kata Paul, Selasa, (21/9/2021).

Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Pedagang Kaki Lima Malioboro-Ahmad Yani (Pelmani), Slamet Santoso.

Slamet Santoso mengaku khawatir rekayasa ganjil genap kendaraan tersebut akan berdampak pada sepinya pendapatan para PKL.

Slamet juga mengaku masih menunggu pelaksanaan hari pertama genap ganjil kendaraan itu yang jatuh pada Sabtu (25/9/2021) mendatang.

" Jelas berdampak, karena pastinya banyak wisatawan yang gak bisa masuk. Misalnya hari sabtu tanggalnya genap tapi banyak mobil wisatawan ganjil. Kan mereka gak masuk Malioboro akhirnya. Kami lihat saja nanti hari pertama bagaimana, kalau berpengaruh dengan kami ya saya minta evaluasi," terang Slamet.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan penerapan rekayasa arus lalu lintas ganjil genap diharapkan sudah siap dilakukan mulai hari Sabtu dan Minggu 25/26 September mendatang.

Nantinya, pada tanggal ganjil misalnya Sabtu (25/9/2021) maka kendaraan yang boleh melintas di Jalan Malioboro haruslah berplat ganjil.

Rekayasa itu, diberlakukan bagi semua kendaraan, baik kendaraan pribadi roda empat maupun roda dua. kebijakan ganjil genap ini untuk mengurangi potensi kerumunan setiap akhir pekan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00