Pemda DIY Berencana Gunakan Gedung Bekas Hotel Mutiara untuk Rumah Sakit Darurat.

KBRN, Yogyakarta :  Pemda DIY bersama Kementerian PUPR RI berencana menggunakan gedung bekas Hotel Mutiara I dan II untuk dijadikan rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM Level 3 dan 4 Jawa-Bali, Sabtu (31/7/2021) mengatakan, rencana pemanfaatan bekas hotel mutiara yang sudah dibeli Pemda DIY untuk rumah sakit darurat itu merupakan upaya untuk terus menambah jumlah tempat tidur perawatan pasien Covid-19.

"Ini ada bangunan, yang kami harapkan juga bisa segera diselesaikan oleh (Kementerian) PUPR dan hari ini juga sudah dilakukan peninjauan. Semoga bisa segera diselesaikan," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Selain itu, Pemda DIY juga meminta rumah sakit menaikkan persentase tempat tidur bagi pasien COViD-19 di rumah sakit rujukan yang ditetapkan Kemenkes RI.

Dengan penambahan beds untuk COVID19, diharapkan pasien yang menjalani isolasi mandiri dengan keadaan sedang dan berat dapat segera dirujuk ke rumah sakit.

"Kami sedang berusaha untuk menaikkan persentase dari masing-masing rumah sakit rujukan CoViD-19 di DIY berdasarkan SK Gubernur. Tapi kami mohon juga ada kenaikan persentase bagi tempat tidur pasien CoViD di empat rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk Kementerian Kesehatan RI lewat SK Menkes. Karena riilnya, persentase tempat tidur yang untuk pasien CoViD masih rendah yaitu 32,3%," jelas Sri Sultan.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan menyambut baik berbagai upaya yang dilakukan Pemda DIY dalam upaya penanggulangan CoViD-19 maupun dampaknya. berharap, angka kematian di DIY akibat CoViD-19 bisa terus ditekan.

Luhut menyatakan target nasional saat ini adalah pengendalian pandemi CoViD-19, bukan lagi herd immunity.

"Herd immunity sudah tidak bisa lagi dicapai. Jadi kita ubah strategi penanggulangan dengan menekan angka penularan CoViD-19 atau angka reproduksi CoViD-19," katanya. (wur/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00