Pencairan Danais Untuk Penananganan COVID19 di Desa, Tunggu Perubahan APBDes

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Desa/ Kalurahan diminta segera menyelesaikan perubahan APBDes nya, termasuk untuk mengakomodir adanya transfer dana keistimewaan DIY untuk penanganan COVID19 di tingkat kalurahan.

Paniradya Pati DIY, Aris Eko Nugroho menjelaskan pihaknya telah melakukan realokasi danais untuk penanganan COVID19 hingga Rp 80,1 milyar. 

Sedangkan Rp 49,7 milyar diantaranya diperuntukkan langsung pada kegiatan OPD termasuk bantuan keuangan ke 392 desa/ kalurahan di DIY. 

Alokasi bantuan keuangan ke kalurahan dari realokasi danais total Rp 22,645 Milyar, 

Besaran bantuan keuangan ke tiap kalurahan bervariasi antara Rp 50 juta hingga Rp 145 juta, mengacu pada kondisi ada tidaknya jaga warga, jumlah pasien isoman, serta data rt zona merah.

Namun untuk bisa mencairkan bantuan keuangan itu diterangkan Aris, pemerintah desa/kalurahan harus melakukan perubahan APBDes terlebih dahulu. 

Jika sudah siap, dana keistimewaan DIY untuk kalurahan yang bersangkutan bisa dicairkan. 

"Bapak ibu Panewu bapak ibu lurah itu saya minta untuk segera merubah APBDesa/ kalurahannya.Kan dana itu menjadi pendapatan di APBD kalurahan. Kalau mereka bisa hari ini melakukan itu, senin mau pencairan monggo. Duitnya sudah ada. Jadi kalau Kalurahan penjabaran berubahnya cepat, Pak Camat sudah pirsa, minggu depan bisa," tegas Aris, di Kepatihan,  Jumat, (30/7/2021).

Aris berharap perubahan dilakukan dengan cepat karena untuk mendukung langkah kedaruratan penanganan COVID19 yang kondisinya juga terus bergerak. 

"Misalnya untuk isoman, kan desa koordinasi dengan puskesmas secepatnya. Kalau lancar harusnya awal agustus selesai pencairannya langsung bisa dilakukan. Ini kan kebijakan khusus yang memang harus cepat. kalau waktu berbeda kuatirnya tidak bisa jadi bagian solusi. Kalau bisa untuk membantu isoman, du minggu ke depan isoman sudah sembuh, harus cepat dilakukan," terangnya.

Aris menegaskan kecepatan penyaluran danais ke desa tergantung kecepatan pemerintah desa/ kalurahan melakukan perubahan APBDes.

"Tersalurnya tergantung kecepatan desa/ kalurahan. Kan danais ini nantinya masuk apbd kalurahan sebagai pendapatan belanja kalurahan," tambahnya.

Kucuran Danais ke kalurahan untuk penanganan COVID19 bervariasi mulai dari edukasi, hingga pemulasaraan maupun operasional selter.

"Peruntukan sebenarnya kita tidak mengarahkan untuk x. Guidance ya agar ketika melakukan ada guidancenya. Misal kaitan edukasi covid, kalau sudah tidak perlu ya sudah langsung penguatan satgas relawan disana. Memberikan bantuan sembako vitamin isoman. Itu masih perlu apd, Pelatihan pemulasaraan, biaya pemulasaran. Operasional shelter, biarpun selter dinsos  belum optimal, tapi ini desa merasa sudah ada dan ditentukan, ya monggo untuk operasional," urainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00