JCW Dorong KPK Tingkatkan Pengawasan Penggunaan Danais DIY

Baharuddin Kamba Aktivis Jogja Corruption Watch

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada tahun 2021 ini akan mendapatkan dana keistimewaan (Danais) sebanyak Rp 1,32 triliun.

Dana tersebut rencananya akan lebih diperuntukkan urusan kepentingan kebudayaan.

Menurut Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba dalam keterangan resminya kepada RRI, Danais sebanyak itu sangat rawan disalahgunakan, terutama jika pengawasan dan pelibatan dari masyarakat minim.

Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga perlu melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dan penggunaan danais tersebut.

"Banyaknya dana keistimewaan itu rawan diselewengkan dan dapat melahirkan benih-benih korupsi, maka Jogja Corruption Watch mendorong KPK untuk melakukan pengawasan secara  ketat," katanya, Jumat (1/1/2021).

Pengawasan KPK ditambahkan Kamba perlu dilakukan karena merupakan bagian dari tugas KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri dalam upaya pencegahan dan penindakan korupsi.

"JCW mengingatkan sekaligus menagih kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di pemerintahan Pemprov DI Yogyakarta," imbuhnya.

Kamba menjelaskan, hingga pergantian tahun dari tahun 2020 ke tahun 2021 pun KPK enggan mempublikasikan nama para tersangka.

Malah justru Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Jumat (4/12/2020) lalu ditengah proses penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida dengan pagu anggaran Rp 85,845 miliar pada tahun 2016 - 2017.

"Meski KPK sudah memanggil sejumlah nama untuk dimintai keterangan, namun KPK masih enggan menyampaikan para tersangka ke publik," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00