Pameran Hari Pahlawan “Refleksi Dibalik Memorabilia Perjuangan”

Monumen Serangan Oemoem 1 Maret

KBRN, Yogyakarta : Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta menggelar Pameran Hari Pahlawan bertema “Refleksi Dibalik Memorabilia Perjuangan”.

Pameran ini diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi masa kini untuk berkarya sekecil apapun yang bermanfaat bagi bangsa.

"Jadi pameran ini kan materinya beberapa benda yang dimiliki oleh pejuang masyarakat terlibat proses perjuangan mereka ini jarang diketahui masyarakat.Generasi millenial? Salah satunya pameran kan luring dan daring kita untuk daring penguatan agar generasi millenial bisa mengakses melalui Instagram. Sehingga mereka tahu menjadi pahlawan tidak harus namanya dikenal masyarakat luas, peran kecil bagian perjuangan tetap dibutuhkan bangsa ini, " ungkap Kurator Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta, Jauhari Chusbiantoro usai pembukaan pameran, Selasa (10/11/2020).

Menurutnya, berbeda dengan pameran biasanya, materi dalam pameran ini dikurasi dengan penekanan pada cerita kepahlawanan dari tokoh-tokoh pejuang yang perannya jarang diketahui oleh masyarakat.

"Karena mereka bukan sebagai tokoh besar yang nama-namanya dicatat dalam buku sejarah perjuangan," tambahnya.

Sejatinya, ditambahkan Jauhari, peranan mereka tetap penting karena terkait langsung dengan proses perjuangan, baik pada masa pra-pas-pasca kemerdekaan.

"Peran mereka supporting sistem dapur umum, PMI masyarakat menyediakan logistik pejuang yang gerilya. Koleksi kita munculkan bukan koleksi punya pak Karno bung Hatta, itu masyarakat sudah tau siapa pak Karno. kita ekspose peran masyarakat telah dilakukan yang selama ini masyarakat belum tahu," jelasnya.

Jauhari menambahkan, masyarakat yang menyaksikan pameran secara daring, maupun luring diharapkan dapat mencontoh perjuangan para pejuang yang tidak tercatat namanya itu di masa sekarang.

"Berkarya sekecil apapun, sangat dibutuhkan bagi perkembangan kemajuan bangsa," ungkapnya.

Pameran Temporer ini  dilaksanakan tanggal 10 November-10 Desember 2020, dan dilaksanakan dengan dua model yaitu pameran secara fisik (indoor-outdoor) dan pameran non fisik (bersifat virtual  di laman  media sosial instagram). 

Pameran di media sosial dimaksudkan sebagai upaya publikasi museum masa pandemi, dimana masyarakat masih terbatas dalam ruang geraknya. Sehingga dengan tetap di rumah masyarakat tetap bisa menikmati sajian pameran temporer yang diselenggarakan oleh Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. 

Disamping itu, pameran yang dikemas secara virtual jangkauannya juga lebih luas dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Materi pameran ini juga dikolaborasikan dengan patung dan relief perjuangan milik pematung Yusman. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00