Macapat untuk Milenial

logo_kota_yogyakarta

KBRN, Yogyakarta ; Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan melaksanakan gelar macapat dengan sasaran generasi milenial.

Kegiatan yang dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan akan diikuti oleh anak-anak remaja rentang usia SMP dan SMA dari wilayah Kota Yogyakarta. Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Drs. Dwi Hana Cahya Sumpena mengatakan,

Gelar Macapat dengan tema ‘Menumbuhkan Kecintaan Seni Macapat Bagi Generasi Milenial’ akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut pada hari Senin-Rabu (9 -10/11/2020) di Ndalem Ngabean Jl. Ngadisuryan No.6, Kraton.

“Gelar macapat kali ini, pelaksanaannya akan dibawakan lebih ringan dan cair tanpa meninggalkan pakem yang berlaku,” kata Drs. Dwi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya, gelar Macapat akan menghadirkan narasumber Paksi Raras Alit penembang macapat yang berhasil meramu dan menyajikan sastra macapat dalam kemasan musik kekinian. 

Selain Paksi ditambahkan Dwi Hana akan dihadirkan pula praktisi macapat Slamet Nugroho dan Maryono, serta kelompok Pagu Sekar sebagai seniman pengiring dari tembang-tembang macapat yang akan dibawakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos, MM menjelaskan, bahwa seni sastra tembang ini menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak di alam ruh, fase dilahirkan, tumbuh hingga meninggal dunia dan kembali ke alam ruh. Melalui syair dalam tembang, nilai-nilai luhur dan pitutur bijak disampaikan penuh makna.

“Bait-bait dalam tembang macapat yang memiliki nilai religius tinggi telah digunakan sebagai media penebar kebaikan oleh orang-orang bijak di masa silam. Tembang macapat  juga menjadi senandung cinta orangtua kepada anak-anak mereka agar mengerti akan arti kehidupan,”jelasnya.

Melalui gelar Macapat bagi generasi milenial Yetti mengharapkan, mampu mendorong semangat untuk mempelajari  karya tradisional Jawa, serta menumbuhkan rasa menghargai, peka serta rasa cinta terhadap karya sastra tradisional.

“Kami mengapresiasi kegiatan gelar macapat yang menyasar bagi generasi milenial," pungkasnya. (ian/ryt/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00