Museum Sonobudoyo Pamerkan Koleksi Perak

Koleksi Perak Museum Sonobudoyo
Koleksi Perak
Tea Set Koleksi Museum Sonobudoyo

KBRN, Yogyakarta : Setelah sempat tutup akibat adanya andemi Covid 19, museum Sonobudoyo di kawasan titik Nol kilometer Yogyakarta kembali menampilkan koleksi barang berharganya. Pameran bertema Rajata: Perak dan Kisah di antaranya, dibuka sejak tanggal 4 Juli - 24 Agustus 2020 mendatang.

Kepala Museum Sonobudoyo Setyawan Sahli, S.E., M.M mengatakan, terdapat puluhan koleksi perak yang ditampilkan dalam pameran di gedung pameran temporer yang dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Salah satu koleksi tertua dijelaskan Setyawan merupakan hadiah dari salah satu tamu undangan pada peresmian dan pembukaan museum Sonobudoyo 6 November 1935 silam, yang berupa mangkuk perak  hasil karya Prawiharjo pengrajin perak dari Kotagede. serta koleksi piring zodiak dengan bagian pinggir diukir 12 rasi bintang dan tidak semua digambarkank seperti lambang zodiak, yang merupakan salah satu hasil kerajinan perak murid Kunstambachtsschooll.

"Perak koleksi Sonobudoyo kebanyakan pengaruh Kotagede banyak jadi ada kembangan, kalau model Belanda polosan dulu ada pengrajin Kotagede yang bikin hiasan dan orang Belanda suka, lalu dibawa kesana juga buming," katanya, Kamis (6/8/2020).

Kunstambachtsschool atau Sekolah Seni Kerajinan, didirikan oleh Java Instituut di Museum Sonobudoyo dan turut andil dalam perkembangan ornamen seni hias pada kerajinan perak, karena pendirian Kunstambachtsschool bertujuan untuk mendidik masyarakat lokal dalam memproduksi perak sebagai kerajinan maupun perlengkapan makan yang digunakan oleh para Bangsawan dan Elit Kolonial.

"Pameran ini menceritakan perjalanan perak sejak berabad-abad silam. Sejarah membawa cerita perak dan sonobudoyo pada satu benang merah melalui Kunnstambachtsschool. Melalui pameran ini, Sonobudoyo berharap industri perak terus lestari di Yogyakarta dan Kotagede, khususnya," tambahnya.

Selain pengamanan untuk koleksi pameran barang berharga, protokol ketat juga diterapkan dalam masa pandemi saat ini, seperti penanda jalur pengunjung mulai dari pintu masuk hingga ruang pameran, serta pemindaian suhu tubuh yang sekaligus memotret pengunjung.

"Sepuluh tahun silam di bulan yang sama juga ada pameran barang-barang berharga berbahan emas dan banyak yang hilang. Belajar dari kasus pencurian itu kita pada pameran kali ini ada CCTV, alarm jika menyentuh box, security Dua. Ada tambahan untuk pengamanan di masa Covid tidak hanya thermo tapi juga rekam wajah jadi siapa yang datang dan berkunjung terekam, scan QR Code, foto KTP supaya dicatat NIK supaya nanti kalau ada yang sakit kena Covid pas disini bisa di tresing," jelasnya.

sementara itu, pengelola museum Sonobudoyo pada masa pandemi saat ini juga memberikan batasan jumlah 25 pengunjung untuk sekali waktu, dan pengunjung dapat menikmati pameran kurang lebih dalam waktu 30 menit.

"Mengingat saat pandemi jangan sampai terjadi kerumunan mencegah penyebaran ccovid, ini baru sekali ketika Covid kesiapan dilakukan dengan berbagai simulasi mulai dari luar hingga dalam, nanti dilanjutkan pameran Timbul Raharjo pengrajin patung yang di pajang di Malioboro Satu hingga Lima belas September," pungkasnya. (ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00