Satu Dasawarsa UU Keistimewaan, Revitalisasi Bahasa Jawa Dimulai dari Wonokromo

KBRN, Yogyakarta : Dalam rangka melaksanakan gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa, Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd bersama Dr. Ratun beraudiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Kantor Kepatihan, Senin (15/8/2022).

Audiensi didampingi oleh tokoh ulama dan budayawan, H.M. Nasruddin Anshoriy (Gus Nas), Lurah Wonokromo Bantul, Machrus, S.Ag, penulis buku-buku Keistimewaan Yogya Dr. Haryadi Baskoro, serta dosen Vokasi UGM Bahrul Fauzi Rosyidi, MBA., CSA.

Dalam audiensi itu disampaikan informasi bahwa titik awal gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa tersebut akan dikolaborasikan dengan event budaya Tradisi Rabu Pungkasan di Kalurahan Wonokromo Bantul pada tanggal 20 September 2022.

H.M. Nasruddin Anshoriy (Gus Nas) mengatakan, dalam audiensi itu Gubernur DIY Sultan HB X menyatakan bersedia untuk hadir dan meresmikan acara tersebut.

“Perhelatan yang bertema ‘Ngrembaka lan Nguncara saka Wonokromo’ itu juga akan didedikasikan sebagai tonggak pencapaian peradaban Keistimewaan Yogya dalam momentum akbar Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY,” tuturnya dlm siaran pers yang diterima rri.co.id, Selasa (16/8/2022).

Adapun acara dalam perhelatan pada 20 September itu akan mencakup beberapa kegiatan penting (1) Pertemuan para guru besar dan akademisi se-DIY yang akan menyampaikan pemikiran-pemikiran untuk revitalisasi bahasa Jawa dan pembangunan Keistimewaan DIY masa depan, (2)  Pertemuan Duta-duta Bahasa bersama duta-duta generasi muda seluruh DIY untuk mendukung gerakan itu, (3) peluncuran Ensiklopedia Bahasa Jawa dan buku Poros Ulama Mataram Islam, Wonokromo dalam Tradisi Keilmuan, (4) Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan Pemerintah DIY dan Pemerintah Kab/Kota, (5) peresmian prasasti Penanda Keistimewaan Kalurahan, (6) pelaksanaan tradisi Rabu Pungkasan yang ditandai dengan kirab, penampilan Bregodo, pemotongan lemper raksasa, pentas seni budaya shalawatan jawi, rodad, pembacaan guritan, dst.        

Terkait momentum Satu Dasawarsa UUK DIY, perhelatan di kalurahan Wonokromo itu nantinya akan menjadi forum yang bersifat nasional karena diharapkan akan dihadiri oleh Menteri Desa RI Abdul Halim Iskandar. Sekitar 50 guru besar di DIY telah bersedia hadir di antaranya Prof. Dr. M. Baiquni, M.A, Prof. Chamamah, Prof. Djagal Wiseso Marseno, Prof. Sutrisno Wibawa, Prof. Triyono Bramantyo, dan lain-lain.

Kalurahan Wonokromo tidak akan sekedar memberi diri sebagai lokasi event, namun nantinya juga akan menjadi ‘lahan percontohan’ (demplot) gerakan restorasi, refungsionalisasi, dan revitalisasi Bahasa Jawa itu. Di kalurahan ini terdapat 29 pondok pesantren aktif yang memiliki komitmen untuk menegakkan semangat kebangsaan dan kebudayaan, khususnya budaya dan bahasa Jawa. Pemerintahan Kalurahan Wonokromo ini juga memiliki visi untuk mengembangkan diri sebagai ‘Lumbung Ilmu ke-Mataram-an’. (atang/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar