Tujuh Minggu di Bulan Purnama

KBRN, Yogyakarta : Novel yang ditulis oleh empat orang, dua perempuan dan dua pria berjudul ‘Tujuh Minggu’, akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 131, Sabtu, 20 Agustus 2022. Pkl. 15.00-18.00 wib, di Tembi Rumah Budaya, jl. Parangtritis, Km 4,5, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Keempat penulis novel itu ialah, Sonia Prabowo, Eti Rihana, Albaransyah Yusuf dan Miko Soeganda.

Sonia Prabowo, salah seorang dari penulis novel ini menyampaikan, Novel yang mengambil latar belakang tahun 2005 sesuai dengan tahun menulis novel 7 Hari yang akhirnya bisa diterbitkan 16 tahun kemudian. Rentang waktu yang sedemikian lamanya diharapkan memberikan nuansa tertentu bagi pembaca seangkatan yang giat mengingatingat jaman itu, dari berita maupun teknologi saat itu.

“Kami tidak pernah melihat sesuatu sebagai kemubaziran, melainkan sebuah investasi waktu. Setelah 16 tahun, novel 7 Hari akhirnya bisa diterbitkan dan tepat setahun kemudian menyusul sekuel 7 Minggu. Hal ini tidak lepas dari dukungan dan doa dari banyak pihak,” ujar Sonia

Sonia menjelaskan masing tokoh dalam novel tersebut berikut karakter yang dimiliki dan ditulis oleh masing-masing penulis. Tokoh itu ialah; Shinta (eksekutif hotel, Bali), tidak mengira mantan suaminya, Bramantyo, masih sangat mencintainya. Bramantyo bertekad untuk selalu ada untuk Tasya, berapa pun harga yang harus dibayar. Termasuk menentang ibundanya.

Eti Rihana (Penulis Karakter Shinta) membangun tokoh Shinta dan Tasya semata-mata hasil dari imajinasinya. Namun, dalam pengembangan karakter tentu saja dilakukan observasi baik dari orang-orang di kehidupannya, masyarakat, dan dari berbagai literatur.

Aldi, (staf medis Rig, Maluku), lolos dari maut dan mencari jalan kembali pada cinta lamanya. Nasib justru membawa ke arah sebaliknya. Ubud dan manusia di dalamnya membuat hidup Aldi upside down dalam level yang berbeda. Albaransyah Yusuf (Penulis Karakter Aldi) membangun karakter Aldisar Tanjung, tokoh khayal yang ia yakini ada. Pertemuan Aldi dengan Saskia fiktif belaka, namun kearifan Ubud beserta manusia di dalamnya, nyata adanya.

Regina, (diver, Bali), kisah perjuangannya pasca bercerai. Rahasia gelap mantan suaminya mulai terkuak, mengetahui temannya berhubungan dengan masa lalunya. Mendapati dirinya sakit, dan kemampuan 6th sensenya tidak membantu. Sonia Prabowo (Penulis Karakter Regina) ide awal membangun karakter Regina, adalah dirinya sendiri. Namun merasa hidupnya biasa-biasa saja, maka ia pun memasukkan bumbu penyedap yang diambil dari cerita-cerita gurih tetangga. Terutama masalah perempuan.

Bimo, (konsultan, Jakarta), dark secret masa lalu, berbagai konflik yang dilaluinya membuatnya lelah dan hampir menyerah. Dalam proses penerimaan diri, Bimo mencari jawaban dari semesta untuk menemukan dirinya sendiri yang ia tidak pahami. Miko Soeganda (Penulis Karakter Bimo) yang mempelajari psikologi seringkali mengobservasi perjalanan orang dalam mencari jati diri. Karakter Bimo ini menggambarkan sebuah proses penerimaan diri, di saat dirinya tidak paham akan dirinya sendiri.

Keempat penulis tersebut mempunyai profesi berbeda, tetapi memilik kegemaran yang sama, yakni menulis. Sedikit kita kenalkan mereka: Eti Rihana. Suka menulis sejak usia SD untuk mengekspresikan apa yang dipikir dan rasakan. Pembaca setianya adalah almarhumah Ibu. Bahkan beliau satusatunya fans terbesar dan paling setia.

Beranjak dewasa, Eti tetap menulis namun tidak sesering yang dia mau. Bahkan ketika sudah bekerja dengan berganti berbagai profesi baik di media cetak maupun di dunia perhotelan. Tentang apa saja, hanya untuk diri sendiri dan beberapa teman. Hingga bertemu Sonia di Bali.

Tahun 2005, setelah membaca satu tulisannya, Sonia mengajak untuk menulis cerita yang akan berbentuk sebuah novel ditulis oleh 4 penulis. Eti akan tetap menulis, tidak peduli apakah orang menyukainya atau tidak, diterbitkan atau tidak.

“Karena dengan menulis, saya menemukan kemerdekaan untuk berekspresi,” tuturnya.

Albaransyah Yusuf,  former Emergency Medic di Malukuselama 5 tahun, yang sekarang tinggal di suburban of Jakarta alias BSD Tangerang. Bekerja sebagai Professional Protection Planner dan bermain film. Kesibukan barunya selain menyelesaikan project trilogy ini adalah mempelajari distribusi film dan festival serta menerima tawaran host serta pelatihan public speaking. 

Sonia Prabowo, keresahan-keresahan tentang ide seni visual kemudian baru bisa ditumpahkannya ketika dia pindah ke Bali pada tahun 1999. Menjadi PADI Dive Master pada awal 2000, Sonia kemudian lebih dikenal sebagai fotografer profesional sejak tahun 2005 dan dikenal teman-teman dekatnya suka menulis cerpen-cerpen fiksi.

Pada tahun 2005 mulai mengonsep suatu tim menulis dengan mengolaborasi penulis Eti, Miko, dan Aal—menulis sesuai time frame dan mengorganisasi tulisan sesuai persinggungan. Sonia tidak pernah melihat sesuatu sebagi kemubaziran, melainkan sebuah investasi waktu. Setelah 16 tahun, akhirnya terbit buku pertama 7 Hari. Saat ini Sonia sedang memperluas kebisaan seninya di bidang seni rupa seperti menulis, melukis, desain perhiasan, selain juga berprofesi sebagai designer buku.

Miko Soeganda, seorang psikolog bersertifikat profesi yang aktif di berbagai kegiatan seni budaya sejak usia SD. Berbekal berbagai prestasi dan setelah 17 tahun di dunia corporate dan harus meninggalkan karier yang baik, Miko memilih fokus untuk megejar passion-nya di bidang pengolahan pangan dan minuman.

Saat ini Miko dalam satu titik di mana ia mempertanyakan diri sendiri: apa yang sudah kamu berikan bagi sesama manusia? Untuk saudarasaudaramu yang tidak seberuntung kamu. Ada keinginan yang sangat kuat untuk berbagi kepada mereka yang berada di panti sehingga mereka memiliki amunisi tambahan dalam mencari dana tambahan secara mandiri.

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama menyebutkan, novel ini disajikan secara lain, serta ditulis oleh empat orang, yang memiliki karakter berbeda. Dari keempat penulis, Sonia Prabowo pernah tampil di Sastra Bulan Purnama (SBP), meluncurkan buku puisi karyanya. Tiga penulis lain, baru kali ini tampil di SBP.

“Selain akan pethikannya oleh masing-masing penulisnya, novel akan juga akan dibincangkan, dan akan dipandu Esti Susilarta, seoranng wartawan, yang tinggal di Yogya” ujar Ons Untoro, dalam pers rilisnya, Senin (15/8/2022). (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar