Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya Bagian Keistimewaan DIY

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) mengadakan kegiatan 'Sosialisasi  Bentuk Arsitektur Bangunan di Kawasan Cagar Budaya (KCB) dan Upaya Nyata Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya'. 

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi media penghubung untuk menyamakan perspektif dan menguatkan kesamaan pandangan kedudukan keistimewaan Yogyakarta dilihat dari sisi tata ruang. 

Bagi Kota Yogyakarta, ditambahkan Aman, aspek geospasial sebagai bagian dari keistimewaan menjadi sangat penting karena berperan sebagai kontributor utama bagi kepentingan dan penguatan dari sisi tata ruang. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan kontribusinya.

Dalam paparannya Aman juga menyebutkan, bahwa kegiatan pelestarian harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

“Pemeritah Kota Yogyakarta ingin membangun jembatan antara pelestarian Cagar Budaya dengan kesejahteraan masyarakat. Sehingga tujuan dari kegiatan pelestarian Cagar Budaya untuk kesejahteraan masyarakat akan tercapai. Sehingga kerja-kerja kolektif dan dialogis harus selalu dikedepankan,” tegas Aman, Kamis (1/7/2022).

Sementara itu, salah satu narasumber lain Yanuarius Benny menegaskan, pekerjaan kolektif dan dialogis merupakan adaptasi dari dinamika yang ada di KCB. Mengingat setiap perkembangan yang ada harus selalu mengikuti aturan yang berlaku.

“Sebagai Daerah Istimewa yang memiliki Kawasan Cagar Budaya harus selalu mengikuti aturan dalam setiap pembangunannya. Karena setiap Kawasan Cagar Budaya memiliki karateristik khas yang berbeda satu sama lainnya," terangnya.

Kegiatan yang juga bertujuan untuk mensosialisasikan pemberian rekomendasi bentuk arsitektur bangunan di KCB Kota Yogyakarta oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan). 

Rekomendasi Kebudayaan tersebut, merupakan arahan teknis yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan kepada masyarakat yang ingin melakukan kegiatan pembangunan di Kawasan Cagar Budaya, yang itu menjadi salah satu upaya pelestarian Cagar Budaya. 

Upaya pelestarian lain yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta adalah rehabilitasi bangunan Cagar Budaya yang dimiliki oleh masyarakat. 

Kepala Bidang Warisan Budaya, Susilo Munandar menjelaskan, sejak tahun 2018 hingga 2021 telah dilakukan beberapa kali kegiatan rehabilitasi bangunan Cagar Budaya. 

Seperti, Dalem Brontokusuman pada tahun 2018 dan 2019, Dalem Notoyudan pada tahun 2018, pedestrian di Jalan Mondorakan pada tahun 2019, serta Dalem Notoyudan dan Dalem Pujowinatan pada tahun 2021.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini masyarakat diharapkan dapat mengetahui bentuk-bentuk arsitektur bangunan yang ada di Kawasan Cagar Budaya, agar nantinya dapat dijadikan pedoman dalam kegiatan pelestarian Cagar Budaya. Serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pelestarian Cagar Budaya.

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan selama 4 kali pelaksanaan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 23, 24, 30 Juni dan 1 Juli 2022,  bertempat di Hotel Royal Darmo Malioboro, Hotel Harper, Hotel D’Senopati Malioboro, dan Hotel Tjokro Style Yogyakarta.

Hadir sebagai narasumber kegiatan ini Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Ir. Aman Yuriadijaya, M.M., Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta yakni M. Ali Fahmi, Krisnadi Setiawan, Ahmad Mufaris, Tim Pertimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (TP2WB) yakni Fahmi Prihantoro, Dr. Ir. Revianto Budi Santoso, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Yogyakarta yakni Rully Andriadi, Yanuarius Benny Kristiawan. Acara ini turut dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kemantren dan Kelurahan di Kawasan Cagar Budaya (KCB).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar