Rektor UNY Ingin Kethoprak Tetap Lestari

Pentas kethoprak di Performance Hall Fakultas Bahasa dan Sastra UNY (Dokumentasi Humas UNY)

KBRN, Yogyakarta : Kethoprak sebagai seni tradisi Jawa, merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.

Penggunaan Bahasa Jawa yang memiliki unggah-ungguh, menjadi ciri khas paling menonjol, dari kesenian yang satu ini. 

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkomitmen melestarikan budaya tradisional ini, dengan rutin menggelar pertunjukan ketoprak, salah satunya pentas Kethoprak berjudul Padepokan Randhu Alas, pada Kamis (19/5/2022) kemarin, untuk memeriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-58.

Komitmen melestarikan Kethoprak itu, sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 362 / M / 2019 Tentang Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2019.

"Tidak hanya ketoprak namun juga pertunjukan wayang kulit dan festival dalang cilik yang semuanya merupakan kesenian tradisional," kata Rektor UNY Profesor Sumaryanto melalui pernyataan tertulis, Jumat (20/5/2022).

Upaya nyata kampusnya dalam melestarikan seni tradisi kata Rektor, dengan menyediakan fasilitas untuk mempelajari kesenian tradisional ini, antara lain seperangkat gamelan, satu set wayang kulit lengkap bahkan hingga busana yang dikenakan penari dan pemain ketoprak.

Dampaknya, alumni UNY dapat berperan aktif dalam melestarikan kesenian tradisional, bahkan beberapa diantaranya telah sukses menjadi seniman.

"Hal ini merupakan salah satu upaya UNY dalam sustainable development goals pada bidang pendidikan dan warisan budaya," lanjut Profesor Sumaryanto.

Sementara itu pada pentas Kethoprak, Kamis (19/5/2022) kemarin, melibatkan para guru besar dan civitas akademika di UNY. Pentas itu, ditampilkan secara luring maupun daring di akun Youtube UNYOfficial. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar