Digitalisasi Aksara-aksara Lokal Menjadi Hal yang Penting

KBRN, Sleman : Indonesia memiliki begitu banyak aksara lokal, tetapi sejauh ini baru tiga aksara yang telah terstandarisasi, yakni aksara Bali, Jawa, dan Sunda. Untuk itu Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) 'MMTC' Yogyakarta berencana untuk membangkitkan kembali aksara-akasara lokal di Indonesia.

Salah satunya melalui kegiatan seminar, internasional, workshop, dan pameran digitalisasi aksara non latin yang bertajuk 'Reinventing Lost Heritages in Digital Society' yang berlangsung selama sepekan ini.

Koordinator Pameran tersebut, Agung Zainal mengatakan berharap melalui kegiatan ini bisa membuat berbagai aksara nusantara bisa dibaca secara universal dan global. Utamanya di era digital ini dengan adanya media sosial, ia berharap aksara nusantara ini bisa lebih ditonjolkan.

“Di era digital ini aksara-aksara ini perlu dibuat lebih maju. Di era digitalisasi di mana ada sosmed dan berita dengan cepat bisa dibagikan kemana-mana itu kami berharap kita bisa menonjolkan aksara-aksara yang ada di Indonesia,” katanya, Selasa (17/5/2022).

Sementara itu perwakilan dari PANDI, Heru Nugroho mengatakan dengan digitalisasi ini, pihaknya berharap generasi muda akan lebih mudah dalam mempelajari aksara lokal. Di tahun ini pihaknya berencana untuk membuat standar untuk dua aksara lokal, yakni Kawi dan Pegon.

“Ada dua yang akan kita standarisasi, Kawi dan Pegon. Kedepan banyak lagi aksara yang kalau kita lkumpulin, ternyata kita satu-satunya negara yang memiliki lebih dari 20. Karena yang paling banyak sekarang dikenal dunia adalah India dengan sekitar 13 aksara,” jelasnya.

Ketua STMM, Noor Iza mengatakan Indonesia memang memiliki kekayaan bahasa yang luar biasa. Namun, sebagian diantaranya terancam keberadaannya. Serta hanya sebagian yang aktif digunakan oleh masyarakat. Karenanya penggunaan aksara lokal ini ke dunia digital merupakan satu hal yang baik dan patut dikembangkan. (dev).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar