Sosialisasi Sadar Lestari Kuak 3 Wilayah Poros Mataram

KBRN, Yogyakarta : Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY akan mengeksplorasi sejarah Kerajaan Mataram sehingga mampu menyatukan konsep dan cara pandang seluruh elemen masyarakat terutama di DIY sebagai salah satu upaya pelestarian Warisan Budaya Cagar Budaya (WBCB)

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya, Kundha Kabudayan DIY Rully Andriadi mengatakan, Sosialisasi Sadar Lestari hanya ada tiga jenis kegiatan yang dilakukan seperti Siniar (Podcast), webinar, dan lomba video pendek.

"Tema-tema yang kita pilih itu jadi memang tidak pernah diketahui atau jarang diketahui," katanya.

Menurutnya, pada hari pertama Senin (20/9/2021) digelar Podcast 'Trilogi Mataram' dengan tema Menelisik Poros Kotagede-Pleret-Imogiri dengan pembicara, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S.,M.A dan Samantha Aditya Puteri

Hari kedua, Selasa (21/9/2021) Podcast 'The King And The Foreigner' dengan tema Kisah Raja Mataram dan Para Utusan VOC dengan pembicara Sri Margana (Departemen Sejarah UGM) dan Rully Andriadi.

"Jadi seperti kita ketahui ternyata ada banyak utusan-utusan dari Belanda, duta-duta VOC yang sampai ke Kerto sampai ke Kotagede kemudian sampai ke Imogiri juga yang selama ini tidak pernah kita ketahui, bagaimana cara Raja kemudian menyikapi. Misalkan saya beri contoh salah satu utusan VOC yang ingin bertemu dengan Amangkurat Pertama di Pleret, jadi diceritakan utusan ini tidak bisa bertemu karena raja sedang asik berperahu dengan para selirnya sampai menunggu TIga hari. Nah, ini kan hal-hal yang tidak pernah kita ketahui oleh masyarakat, jadi ada hal-hal yang ternyata hubungan diplomatik dengan negara-negara lain terutama Belanda utusan-utusan tersebut yang luar biasa dan salah satu hadiah yang senang, yang menjadi kesukaan dari Raja itu adalah kuda Persia dan mungkin teman-teman belum tahu ternyata Amangkurat pertama ini menyukai dapat kuda Persia," jelasnya.

Sedangkan untuk webinar, dijelaskan Rully ada 6 kegiatan dengan 2 seri untuk masing-masing kawasan Kotagede-Pleret-Imogiri.

Untuk Kotagede webinar pertama Selasa (28/9/2021) dengan tema 'The First King And The First Contact' Kebangkitan Panembahan Senopati Sebagai Raja Mataram dengan pemateri Agra Bayu Rahadi dan Lucky Fidiantoro.

"Masih seputar raja-raja yang mengawali konsep kekuasaan Mataram itu kita masih akan membahas mengenai Senopati. Kita akan menghubungkan Watu Gilang Kotagede didalamnya ternyata ada inskripsi bahasa asing yang tidak banyak diketahui, ada empat bahasa yang tertulis disana," ujarnya.

Sedangkan Webinar Kotagede Kedua, Kamis (30/9/2021) akan mengambil tema 'Misteri Benteng Kotagede' Mencari Jejak Benteng Kraton Mataram Kotagede Yang Tersembunyi dengan pemateri Septian Dhanu Anggoro dan Lilik Suharmaji.

"Jadi di Kotagede ada benteng dalam, benteng luar benteng cempuri dan balowarti. Ternyata Balowarti Kotagede sampai nyebrang Ringroad kearah Selatan Ringroad, itu nanti akan kita eksplore," terangnya.

Webinar ketiga Pleret 1, Selasa (5/10/2021) akan mengangkat tema 'Charta' Keagungan Yang Terbayang dengan pemateri Jujun Kurniawan dan Agus Tony Widodo.

"Charta ini sebenarnya adalah Kerto, sebutan dari duta-duta VOC untuk menyebut kratonnya Sultan Agung itu Charta. Dari kunjungan duta-duta VOC inilah, kami dari Dinas mendapatkan data mengenai bentuk dari kraton Kotagede, salahsatunya adalah dari kesaksian yang tertulis di buku harian duta-duta VOC," kata Rully.

Webinar Pleret 2, Kamis (7/10/2021) mengangkat tema 'The Power Of Water' Cerita Dibalik Air Yang ada di Kraton Mataram Pleret dengan pemateri Wastu Hari Prasetya dan Wening Pamujiasih.

"Raja Amangkurat Pertama, Sunan Amangkurat Pertama ini sangat senang dengan air, kemudian kalau kita kenal istilah Pleret adalah bagian sungai. Kenapa kami menyampaikan Raja ini suka dengan air, bagian dalam Kraton waktu kami melakukan ekskavasi ditemukan selokan-selokan air, dan fasilitas-fasilitas air yang terkait dengan air. Ada dibeberapa sketsa kita menemukan di dalam kraton ada Bale Kambangnya, kemudian kita juga menemukan bukti bahwa kraton Pleret itu dialiri oleh air yang mengambil air dari sungai Opak yang dialirkan menuju ke kraton kemudian ditembuskan ke Gajah Wong. Temasuk Segoroyoso sebuah danau buatan luas yang sekarang menjadi kampung," imbunya.

Sementara untuk Webinar di Imogiri 1, Selasa (12/10/2021) mengambil tema 'Hukuman' Kisah Dibalik Makam Banyusumurup dengan pemateri Agra Byu Rahadi dan Lilik Suharmaji.

"Kalau pernah berkunjung ke Banyusumurup disana ada sebuah makam yang spesial, yang berbeda konsepnya dari makam krabat-krabat raja Mataram yang semuanya ada di atas bukit, tapi khusus untuk Banyusumurup ini ternyata di lembah," ungkap Rulli.

Webinar terakhir Imogiri 2, Kamis (14/10/2021) mengambil tema 'The End Kings Journey' Cerita tentang Nekropolis Imogiri dengan pembicara Jujun Kurniawan dan Soesprastiono Nugroho.

"Kita menekankan bahwa, kami melihat Imogiri itu dirancang sedemikian rupa untuk menjadi sebuah sistem daerah tersendiri untuk mensuport keberadaan makam-makam milik kerajaan, salahsatunya disana bisa kita lihat ada rumah abdi dalem di bawah, kemudian pengrajin-pengrajin yang sampai hari ini kita duga ini semua terkait untuk menghidupi, untuk mengelola, untuk memelihara dari makam-makam yang ada disana," pungkasnya.

Pihaknya mengharapkan melalui Sosialisasi Sadar Lestari banyak hal yang jarang diceritakan bisa menambah wawasan maupun menambah daya tarik masyarakat untuk lebih jauh dalam memahami warisan budaya yang ada di DIY.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00