Sosiaslisasi Sadar Lestari Poros Mataram

Dian Lakshmi Pratiwi

KBRN, Yogyakarta : Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan DIY) akan menyelenggarakan Sosiaslisasi Sadar Lestari di Poros Mataram (Kotagede-Peleret-Imogiri).

Sosialisasi dengan tema Poros Mataram bertujuan memberikan sosialisasi, edukasi, peningkatan pengetahuan secara luas kepada masyarakat terkait Warisan Budaya dan Cagar Budaya, terutama di tiga lokasi yang mempunyai peran dalam perjalanan sejarah kerajaan Mataram Islam.

"Poros Mataram ini adalah kawasan historis yang menjadi perjalanan dari kerajaan Mataram. Poros Mataram ini terdiri dari Kotagede, Kerto Pleret, dan Imogiri," kata Kepala Kundha Kabudayan Dian Lakshmi Pratiwi.

Menurutnya, sebagai ketiga kawasan yang telah ditetapkan Kawasan Cagar Budaya (KCB) oleh Gubernur DIY memiliki garis cerita dari awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam di Kotagede, puncak kejayaan kerajaan Mataram  di Kerto Plret, dan Imogiri sebagai lokasi yang bermakna 'kembali' atau surutnya raja-raja Mataram.

"Pengecekan data sudah sejak dimulai 15 tahun yang lalu bahkan sampai sekarang 20 tahun yang lalu, terkait dengan ekskavasi sehingga kami bisa menemukan tata kota yang masa di Kotagede, tata kota masa Sultan Agung yang kemudian kawasan cagar budaya yang ada di Imogiri. Nah, inilah yang modal awal kita untuk mengembangkan Poros Mataram," ungkapnya.

Melalui Sosialisasi Sadar Lestari menurut Dian, nantinya akan muncul cerita-cerita yang selama ini jarang diketahui masyarakat terutama terkait sejarah, data, dan fakta di ketiga wilayah tersebut.

"Secara umum kegiatan ragamnya tidak terlalu banyak karena kita lebih pada melakukan pengenalan, jadi tahapannya harus tepung dulu, baru srawung, baru dumung. Jadi pada saat tahapan ini mungkin masih sebagian saja masyarakat yang mengetahui, kemudian kalangan akademisi yang meneliti. Tetapi nantinya ini akan menjadi bagian informasi, publikasi, dan kemudian bisa dimengerti diketahui oleh masyarakat khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta," ungkapnya.

Lebih jauh Dian menambahkan, Sosialisasi Sadar Lestari Poros Mataram akan disampaikan dalam rangkaian webinar yang sebelumnya belum pernah disampaikan secara terbuka.

"Ini akan kita ungkap real by data sejarah, real by data penemuan hasil ekskafasi, real dari semua eksplorasi data yang kita temukan on the spot di lokasi yang kemudian kita combain dengan data-data historis, prasasti, babat, naskah, dan bahkan kasjian-kajian mulai dari skripsi sampai disertasi dan penelitian-penilitan sejarah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00