JIBB 2021, Prioritaskan Filosofi Motif Batik

Gatot Saptadi , Ketua JIBB 2021 / JITV

KBRN, Yogyakarta : JIBB 2021 ini akhirnya kembali diselenggarakan setelah tahun sebelumnya vakum karena pandemi.

“Atas izin Ngarsa Dalem, diagendakan tahun 2021 ini meskipun Covid-19 masih luar biasa, sehingga kami mengemasnya secara gabungan online dan offline, tidak mengumpulkan orang,” kata Ketua JIBB2021, Gatot Saptadi, usai pembukaan JIBB2021, Jumat, (25/6/2021).

Gatot menjelaskan pemilihan tema Borderless Batik, sejatinya ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya dipandang sebagai benda, namun juga filosofi di dalamnya.

“Filosofi ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Tema ini juga merupakan kelanjutan dari tema-tema lalu, seperti yang pertama itu Inovasi, lalu yang kedua Futuristik. Artinya kita sudah harus menembus lintas batas, wilayah dan ruang. Kita ingin menunjukkan bahwa batik itu luwes bisa berada di mana saja,” terangnya.

Untuk menyemarakkan semangat tema tersebut, menurut Gatot, JIBB juga akan melakukan kerja sama dengan menggandeng tokoh-tokoh nasional atau pun dunia untuk bisa hadir bersama batik.

“Yang lain, ada kegiatan webinar, promosi, pameran online namun itu bisa transaksi. Dan omzetnya cukup besar, Rp300juta-an,” tuturnya.

Prioritas motif batik yang diangkat pada rangkaian gelaran JIBB 2021 ini adalah batik Gaya Jogja, misalnya motif Ceplok Niti Mangkara, itu filosofinya sebagai tolak bala. Ada banyak filosofi batik yang harus kita angkat,” jelasnya.

Gatot juga menilai sosialisasi batik guna mendukung Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia harus dilakukan secara masif.

"Untuk mengangkat Jogja Kota Batik Dunia, bisa dilakukan dengan sebuah gerakan yang masif dengan didukung pemerintah daerah dan komunitas batik Jogja," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00