Dinas Kebudayaan Kota Jogja Perkuat Ekosistem Kebudayaan

FGD Penguatan Ekosistem Kebudayaan (Foto : Kundha Kabudayan Yogyakarta)

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus melestarikan dan memajukan kebudayaan di Kota Yogyakarta dilakukan dengan berbagai bentuk kegiatan nyata.

Komitmen tersebut diwujudkan Dinas kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pelestarian dan pemajuan kebudayaan Kota Yogyakarta yang gencar dilakukan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos, MM bersama perwakilan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan perwakilan Ketua Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) yang ada di kota Yogyakarta melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT)/Focus Group Discussion (FGD).

Yetti Martanti mengatakan, Pemkot Yogyakarta melalui Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta berupaya untuk memperluas sebaran kantong budaya di tingkat kelurahan.

"Hingga tahun 2021 ini, sudah ada 21 rintisan kelurahan budaya di Kota Yogyakarta," kata Yetti dalam keterangan resminya, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, dari hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat terjalin kerjasama dan sinergi antara Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) dan Rintisan Kelurahan Budaya (RKB) untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan Kota Yogyakarta mengingat begitu banyak  potensi budaya yang ada di kota Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung di pendopo Dinas Kebudayaan Jl. Kemasan 39 Kotagede pada hari Kamis (17/6/2021) digelar dengan mengedepankan protokol Kesehatan yang ketat, dihadiri pula dari kelurahan budaya (KB) terpilih yaitu Terban dan Kricak, serta RKB Pandeyan, dan Purbayan.

"KB dan RKB terpilih ini memiliki potensi budaya baik tangible maupun intangible yang bisa dioptimalkan. Masyarakat juga didorong untuk berperan aktif dalam melestarikan budaya di wilayah Kota Yogyakarta," tambahnya.

FGD dijelaskannya, sebagai bagian dari menyusun kajian untuk menganalisis strategi partisipasi komunitas dan merumuskan kerangka kerja dan peran para pihak yang mampu mendorong terjadinya penguatan ekosistem kebudayaan di perkotaan.

Mengusung tema: 'Pengembangan Desa Pemajuan Kebudayaan: Penguatan Ekosistem Kebudayaan melalui Pendekatan Partisipatif untuk Kesejahteraan Masyarakat' menghadirkan tiga peneliti dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan yaitu Kaisar Julizar (Analis Kebijakan Ahli Pertama), Romeyn Perdana Putra (Peneliti Ahli Pertama), dan Hendra Permana (Pengelola Barang Milik Negara). (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00