Ini..! Alasan Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Klangon Lereng Merapi

KBRN, Sleman : Bukit Klangon di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman kembali mencatatkan sejarah, yakni menjadi tempat dikibarkannya bendera sang dwi warna Merah-Putih berukuran besar yakni 9 X 6 meter, pada Minggu (16/8/2020) pagi.

Pengibaran bendera Merah Putih raksasa menyongsong HUT RI ke-75 di Obyek Wisata Bukit Klangon di Lereng Merapi tersebut dipimpin oleh Komandan Kodim (Dandim) 0732 Sleman, Letkol Ifantri Arief Wicaksono selaku inspektur upacara serta Komandan Upacara oleh Kanit Sabara Polsek Cangkringan, Iptu Slamet Widodo.

Menurut Dandim, Letkol Ifantri Arief Wicaksono, salah satu alasan untuk mengibarkan  bendera raksasa Merah Putih di Obyek Wisata Bukit Klangon ini karena pernah terjadi pertempuran hebat di wilayah Cangkringan.

“Sejarah mencatat pada bulan Maret 1949 terjadi penyerbuan oleh tentara Belanda di sekitar Argomulyo Cangkringan. Pasukan belanda membumianguskan rumah penduduk di dusun-dusun sekitar Argomulyo kemudian pasukan Belanda menangkap Lurah Argomulyo bernama Suharjo dan Carik Desa Argomulyo Sukarno yang kemudian ditembak di persawahan dan akhirnya gugur,” ungkap Dandim.

Selain dua Perangkat Desa gugur, lanjutnya terdapat delapan orang penduduk juga gugur. Setelah peristiwa tersebut pasukan laskar rakyat dan kadet Akademi Militer yang dipimpin oleh Kolonel Jati Kusumo, Kolonel Parngadi dan Letnan Sarjono menyerang Belanda dan dari pihak Belanda banyak yang jatuh korban hin gga membuat pasukan Belanda mundur ke Kaliurang.

Dandim Sleman, Letkol Ifantri Arief Wicaksono mengatakan kegiatan mengibarkan  bendera raksasa Merah Putih ini  untuk menyambut Peringatan Proklamasi Kemerdekaan sekaligus juga untuk mengenang jasa pahlawan kusuma bangsa dalam merebut dan memertahankan kemerdekaan.

Sementara itu, PLT Kepala Desa Glagaharjo, Triwiyono Subardi  usai upacara pengivaran bendera  mengatakan, pengibaran bendera raksasa  Merah Putih tersebut sudah ke 3 kali.

“Tahun ini hanya diikuti sekitar seratusan orang saja karena Pandemi Covid-19 yakni Karang Taruna desa Glagaharjo, PKK, perangkat desa, TNI, POLRI, Pemerintah Kecamatan Cangkringan dan relawan. Kalau tahun sebelumnya diikuti mencapai 500 orang,” ungkap Triyono.

Di sisi lain, salah satu pengunjung Obyek Wisata Bukit Klangon asal Jakarta Hajjah Andayani (26) tahun mengaku terharu melihat upacara dengan bendera raksasa Merah Putih  di Bukit Klangon saat Pandemi Covid-19.

“Para pengunjung juga mengikutiuUpacara di bawah bukit Klangon dengan jaga jarak sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya. (ril/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00