Pemda DIY Dukung Penerapan Ganjil Genap di Tempat Wisata

KBRN, Yogyakarta : Pemda  DIY mendukung upaya pengurangan kepadatan arus lalu lintas melalui kebijakan ganjil  genap, baik di Malioboro maupun di jalur obyek wisata.

Meski  untuk  pemberlakuan di kawasan obyek wisata masih perlu dikaji cermat, karena  cukup sulit  dilaksanakan.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mendukung upaya mengurangi kepadatan arus lalu lintas. Menurut Aji, jika itu diberlakukan, dikhawatirkan akan kesulitan mengatur kendaraan yang tidak sesuai, untuk putar balik.

“Aji menilai mengurangi kerumunan lebih mudah dilakukan dengan menutup dan mengalihkan arus daripada sistem ganjil genap,” kata Baskoro Aji, Senin (20/9/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY - Huda Tri Yudiana menilai wacana ganjil genap di Malioboro merupakan upaya diharapkan bisa mengurangi kerumunan Malioboro pada hari libur.

Dirinya menyerahkan persoalan itu ke petugas teknis terkait. Hanya saja, selain pengaturan lalu lintas, jauh lebih penting adalah membangun kesadaran pelaku wisata dan wisatawan untuk disiplin prokes saat berwisata, atau bahkan menahan diri untuk tidak berwisata, sampai obyek wisata benar-benar siap.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan mulai hari Sabtu dan Minggu depan diharapkan untuk penerapan rekayasa arus lalu lintas ganjil genap sudah siap dilakukan.

Nantinya, pada tanggal ganjil misalnya Sabtu (25/9) yang akan datang merupakan tanggal ganjil, maka kendaraan yang boleh melintas di Jalan Malioboro dan tiga destinasi wisata yang sudah dibuka haruslah berplat ganjil.

Rekayasa itu, diberlakukan bagi semua kendaraan, baik kendaraan pribadi roda empat maupun roda dua. // kebijakan ganjil genap ini untuk mengurangi potensi kerumunan setiap akhir pekan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00